Tabanan, baliwakenews.com
Pemerintah Desa Batunya, Kecamatan Baturiti Tabanan bersama pihak desa adat tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara pecaruan menyusul insiden berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Jumat (24/7). Upacara tersebut akan digelar sebagai bagian dari upaya memulihkan keharmonisan dan keseimbangan di lingkungan desa setelah peristiwa tersebut secara niskala.
Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa saat dikonfirmasi Minggu 26 Juli 2026 mengatakan pelaksanaan pecaruan sepenuhnya akan dilaksanakan oleh pihak desa adat. Saat ini, waktu pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan mempertimbangkan hari baik.
“Kalau saya dengar upacara diperkirakan dilaksanakan besok (Senin) atau pada tanggal 29 Juli karena pas Hari Purnama,” jelas Riasa.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan pecaruan umumnya dilakukan di tempat kejadian, yakni di Bale Banjar Juwuk Legi. Selain itu, rangkaian upacara juga akan dilaksanakan di kawasan Tri Kahyangan sebagai bagian dari prosesi penyucian secara adat.
Di sisi lain, I Made Riasa memastikan situasi di Banjar Dinas Juwuk Legi kini telah kembali kondusif. Meski demikian, pengamanan tetap ditingkatkan dengan mengerahkan pecalang secara lebih intensif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia menjelaskan, sebelum insiden terjadi, pecalang sebenarnya telah rutin melaksanakan ronda setiap hari.
“Namun, pascakejadian, pengawasan diperketat demi menjaga keamanan dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” tegasnya.
Riasa juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi kejadian itu dengan bijaksana serta menjaga persatuan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Kejadian sudah terjadi. Mari kita berpikir bijak bagaimana ke depan supaya hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. BWN-06

































