Cinta Bali, Seorang WN Australia Minta Abunya Dihanyut di Bali Lengkap dengan Prosesi Upacara

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Seorang WNA asal Australia, Wendy Lewis menunjukkan kecintaanya terhadap Bali. Selain kerap berlibur ke Bali, Wendy juga menitipkan pesan kalau dia meninggal agar abunya dibawa dan dilarung di Bali lengkap dengan prosesi secara Hindu. Wasiat Wendy ini benar-benar diwujudkan oleh anak-anaknya. Difasilitasi oleh anak angkat Almarhum, Wayan Tur Adnyana prosesi “Nganyud” atau Ngelarung ke Segara dilaksanakan Minggu (18/9).

Kegiatan yang berlangsung di Pantai Segara Sanur dihadiri anak dan cucu almarhum yang datang langsung dari Australia. Diantaranya Lynda Woodfin, Andrea Lewis, Greg Lewis dan istrinya Debbie, Jeff Lewis bersama anaknya yang merupakan cucu almarhum yakni Leonardo & Enzo – Jeff’s, David Mortimore – Andrea’s bersama anak ketiga serta temannya Samantha. Anak angkat Almarhum Wayan Tur Adnyana di sela-sela proseai tersebut mengatakan semasa hidup Wendy Lewis memang sempat berpesan agar abu jenasahnya dihanyut di pantai Sanur, Bali.

Hal ini semata-mata karena kecintaanya kepada Bali termasuk alam dan kebudayaan Bali. Jalinan kekeluargaan antara dirinya dengan almarhum berawal sejak 40 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih berlanjut pada anak cucu almarhum. “Hubungan kekeluargaan ini telah menambah wawasan saya secara internasional baik di bidang pendidikan, dan sosial lainnya melalui rotary club, sehingga bisa berbuat atau membantu terhadap sesama,” ujarnya.

Baca Juga:  Kerja Nonstop 24 Jam, Robot AI "Peanut" Siap Gantikan Petugas Kebersihan Hotel

Ketua PGRI Kab. Badung tersebut mengaku merasa bersyukur telah dipertemukan dengan orang baik seperti Jhon Lewis dan Wendy Lewis beserta keluarga dan menjalin hubungan kekeluargaan selama 40 tahun. “Almarhum memang ingin abu jenasahnya dilarung di Bali sesuai dengan upacara Adat Bali. Hal ini karenq ketulusan dan rasa cintanya kepada Bali. Sebelumnya Wendy Lewis telah dikremasi di Australia,” imbuhnya sembari menambahkan Wendy Lewis meninggal dalam usia 85 tahun pada tanggal 28 Agustus thun lalu.

Namun karena pandemi upacara Nganyut di pantai segara Sanur baru bisa dilaksanakan tahun ini. Tur Adnyana menuturkan awal pertemuan dengan Wendy Lewis terjadi ketika dia masih duduk di kelas 2 SMA. Waktu itu, selain bersekolah dia juga nyambi berprofesi sebagai kondektur (kernet) angkutan bemo. Pada suatu ketika dia bertemu dengan Jhon dan Wendy Lewis yang datang berlibur ke Bali.

“Saat itu saya sering mengantar almarhum berkeliling mengantar ke tempat tujuan almarhum di Bali,” imbuh pria energik asal Desa Pecatu, Kutsel tersebut. Melihat ketekunan dan kreatifitasnya, almarhum membantu biaya sekolah dirinya selama 2 tahun, dan berlanjut ke IKIP singaraja untuk mencari pendidikan sekolah guru. “Dan pada tahun 1984 saya ditawari untuk pergi ke Australia. Di sanalah saya mengetahui hal tentang rotary, dimana jhon dan wendy lewis sebelumnya telah menjadi anggota rotary dan terakhir almarhum sebagai Honorary Member of Rotary Club Armadale Neerigen Brook. Perth Australia,” bebernya

Baca Juga:  Otonan yang Kehilangan Pamor di Tengah Gemerlap Pesta Ulang Tahun

Seiring waktu, setelah sukses menjadi guru, dirinya ditawari untuk membantu proyek rotary club yakni joint project antara Australia- Denpasar. Dimana tugasnya waktu itu adalah menyediakan keperluan kemanusiaan untuk panti asuhan yang berlokasi di ubung denpasar. Seperti selimut, tempat makanan dan sebagainya. Dari sanalah awalnya dia ikut menjadi anggota rotary club dan sampai sekarang telah menjadi salah satu anggota rotary club di Bali.

Ke depan Tur Adnyana berharap, bahwa sebagai anggota rotary dirinya tidak harus sendiri melakukan hal yang sudah dilakukan sebelumnya. Tetapi akan membagikan pengalaman dan memberikan kesempatan kepada teman yang lain. “Itupun sebenarnya sudah saya lakukan melalui sister school, melalui rotary maupun “student exchange” sehingga ke depan ada yang bisa melanjutkan program-program kemanusiaan ini melalui rotary club,” harapnya.

Baca Juga:  BNN Bongkar Dua Kali Kasus Pencucian Uang Sindikat Narkoba di Bali

Andrea Lewis yang merupakan anak kedua almarhum menambahkan kedatangan mereka ke Bali sesuai dengan permintaan almarhum Ibunya. Karena ibunya sangat mencintai Bali, terutama orang-orangnya. Diceritakannya bagaimana saat Ibunya Pertama kali ke Bali dan bertemu dengan Wayan Tur Adnyana yang dijadikan anak angkat dan jatuh cinta terhadap Bali. Ibunya juga mengajari Tur Adnyana berbahasa inggris dengan harapan bisa menjadi seorang guru dan berbagi ilmu dengan anak-anak di Bali.

“Ibu saya juga mengundang Wayan (Tur Adnyana) ke Australia dan tinggal selama 3 bulan kursus untuk lebih mematangkan bahasa inggrisnya. Selanjutnya Tur Adnyana kemudian diadopsi menjadi anak angkatnya. Dan hubungan keluarga kami menjadi sangat erat. Saya berharap sebagai keluarga hubungan ini terus membaik.Kami juga berharap hubungan antara Austrlia dan Bali tetap terjaga dan bahkan bisa terus meningkat terutama di bidang kebudayaan dan akademik,” harapnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR