Camat Kuta: Kehadiran Imigrasi di Lapangan Bikin WNA Lebih Kooperatif

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Upaya menjaga citra Kuta sebagai salah satu destinasi wisata internasional dinilai harus dibarengi dengan pengawasan yang lebih intensif terhadap keberadaan warga negara asing (WNA). Untuk itu, Camat Kuta I Made Agus Suantara mendorong Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) bersama Kantor Imigrasi lebih sering turun langsung ke lapangan.


Menurut Agus, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar berbagai persoalan yang melibatkan wisatawan asing dapat ditangani lebih cepat dan efektif. Pernyataan tersebut disampaikannya saat dihubungi, Rabu (15/7/2026), sekaligus mengapresiasi pertemuan Kepala Kantor Imigrasi dengan Ketua DPRD Badung yang membahas pengawasan WNA sehari sebelumnya.

Baca Juga:  DWP Kabupaten Badung Kunjungi ASN yang Sakit dan Pensiunan ASN


Ia mengungkapkan, berbagai kasus yang melibatkan wisatawan asing masih kerap ditemukan di kawasan Kuta. Mulai dari wisatawan yang berpura-pura mengalami gangguan kejiwaan karena kehabisan bekal, membuat keributan akibat mabuk, hingga dugaan penyalahgunaan izin tinggal dengan menjalankan aktivitas bisnis saat berada di Bali. “Kadang diduga ada yang berbisnis dengan pemasaran melalui temannya, padahal dia datang berwisata,” ujarnya.


Selain itu, Agus juga menyoroti semakin banyak wisatawan asing yang memilih tinggal di rumah kos milik warga. Di satu sisi kondisi tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun di sisi lain masih banyak pemilik kos yang belum memahami kewajiban melaporkan keberadaan WNA kepada pihak berwenang.

Baca Juga:  Lima Kali Masuk Penjara, Pria Pengangguran Kembali Bobol Rumah di Mengwi


Karena itu, ia menilai sosialisasi mengenai mekanisme pelaporan orang asing perlu terus ditingkatkan agar masyarakat ikut berperan dalam pengawasan. Meski Tim Pora telah lama dibentuk, Agus menilai efektivitas pengawasan masih dapat ditingkatkan melalui patroli gabungan yang lebih rutin antara pemerintah daerah dan petugas Imigrasi.


Menurutnya, kehadiran petugas Imigrasi saat melakukan penanganan di lapangan juga memberi efek psikologis sehingga wisatawan asing cenderung lebih kooperatif. “Kalau kita-kita saja biasanya wisatawan ini cuek, tapi begitu ada petugas imigrasi dia akan takut. Karenanya kami harapkan petugas imigrasi lebih sering turun bersama kami di Kuta dan tidak hanya menangani masalah perizinan,” harapnya.

Baca Juga:  Buronan Interpol Asal Rusia Ditangkap di Bali


Ia berharap pengawasan yang lebih aktif tidak hanya mampu menekan pelanggaran yang dilakukan wisatawan asing, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat serta mempertahankan citra Kuta sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tertib, nyaman, dan menghormati aturan yang berlaku. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR