Super New Moon Ancam Aktivitas Wisata Bahari, BMKG Minta Pelaku Usaha Pesisir Siaga

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Fenomena Super New Moon yang terjadi pada pertengahan Juli 2026 tidak hanya berpotensi memicu kenaikan muka air laut, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas wisata bahari dan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Bali. Karena itu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan selama periode 13–19 Juli 2026.


Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan fenomena Super New Moon terjadi ketika fase bulan baru bertepatan dengan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi (perigee). Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut di sejumlah wilayah pesisir Bali.

Baca Juga:  Disperinaker dan Dekranasda Badung Berguru Tata Kelola Batik ke Kota Pekalongan


Enam kawasan yang masuk dalam zona kewaspadaan meliputi pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, serta pesisir selatan Kabupaten Klungkung.
Menurut Cahyo, puncak pasang maksimum di setiap wilayah tidak terjadi pada waktu yang sama.


“Waktu terjadinya pasang maksimum di setiap wilayah berbeda-beda, baik hari maupun jamnya,” jelasnya dalam keterangan yang diterima Rabu (15/7/2026).

Baca Juga:  Ny. Seniasih Giri Prasta Bangun Kerjasama dan Harmonisasi Seluruh Komponen Daerah


BMKG memperkirakan kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai aktivitas di kawasan pantai. Selain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas wisata bahari, permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat juga berpotensi terdampak apabila pasang laut mencapai ketinggian maksimum.


Karena itu, nelayan, operator wisata bahari, pengelola pelabuhan, serta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir diminta lebih berhati-hati dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi pasang surut laut.


Cahyo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan informasi peringatan dini yang terus diperbarui BMKG selama periode potensi pasang maksimum berlangsung. “Selain itu, masyarakat diharapkan selalu mengikuti pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG,” imbaunya.

Baca Juga:  Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh 78%, Kecepatan Melonjak 5 Kali Lipat


Dengan meningkatnya aktivitas wisata di berbagai pantai Bali selama musim liburan, kewaspadaan terhadap perubahan kondisi laut menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR