Denpasar, baliwakenews.com
Gara-gara pandemi Covid-19, empat anak buah kapal atau ABK kapal penyebrangan Pelabuhan Gilimanuk-Pelabuhan Ketapang mencuri bahan bakar minyak jenis solar. Persekongkolan pencurian itu, dilakukan sekitar setahun dengan ribuan liter solar.
Setelah setahun beraksi, kejahatan empat tersangka Angga Prasetya alias Bass (27) merupakan kepala kamar mesin, Riky Turcahyono (33) sebagai Masinis, Lalu Muhamad Ridwan (30) dan Siswanto (37) sebagai Oilma, baru terbongkar, Senin 4 April 2021. “Barang bukti terakhir kami amankan 800 liter solar. Barang bukti sebelumnya telah mereka jual ke dua orang penadah yakni Hendra Hariyadi (35) dan Imam Masdoeki (50),” kata Direktur Polairud Polda Bali Kombes Toni Ariadi Effendi mengatakan, Selasa 20 April 2021.
Dilanjutkannya, dalam aksinya para tersangka membagi tugas. Kemudian mereka mengambil solar dari kamar mesin saat mereka berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk. “Solar dimasukkan ke drum dan ditempatkan di atas palka parkiran mobil. Kemudian penadahnya mengangkut solar dengan mobil Mitsubisi L 300,” katanya.
Berdasarkan pengakuan para tersangka, solar tersebut dijual dibawah harga pertamina yakni sekitar Rp 3000 perliter. Padahal harga normalnya lebih dari Rp 5000 ribu per lliter. “Uang hasil penjualan solar untuk tambahan penghasilan mereka saat Pandemi Covid-19,” tegasnya. BWN-01

































