BI Bali Perkuat Kendali Inflasi Buleleng Jelang Imlek–Nyepi–Lebaran, Target Tetap di 2,5±1 Persen

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Bank Indonesia Provinsi Bali mempertegas komitmennya menjaga stabilitas harga di Kabupaten Buleleng menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Nyepi, dan Ramadan-Idul Fitri 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng yang digelar di Kantor Bupati Buleleng, Kamis 12 Februari 2026. Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, menegaskan bahwa penguatan sinergi pusat-daerah menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran nasional 2,5±1% pada 2026.

Strategi Jangka Pendek dan Panjang

Dalam forum tersebut, BI memaparkan sejumlah tantangan pengendalian inflasi, terutama lonjakan permintaan pangan saat periode HBKN dan dinamika sektor pariwisata.

Baca Juga:  Sambut Hari Raya Galungan, Suyasa konsisten Bagikan 3,5 Ton Daging Babi Kemasyarakat

Untuk jangka pendek, BI mendorong:

Penguatan operasi pasar murah

Akselerasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan kelancaran pasokan

Optimalisasi komunikasi publik agar ekspektasi harga tetap terjaga

Sementara dalam jangka panjang, BI menekankan penguatan ketahanan pasokan dan produktivitas daerah melalui dukungan sarana-prasarana pertanian, program on boarding UMKM, serta pengembangan klaster komoditas unggulan (championship cluster).

Tantangan Permintaan Ganda

Buleleng menghadapi karakteristik khusus sebagai daerah tujuan wisata. Selain melayani sekitar 828.156 penduduk (2024), kabupaten ini juga mencatat kunjungan wisatawan mencapai 1,58 juta orang sepanjang 2024. Kondisi ini menyebabkan permintaan pangan meningkat signifikan, terutama saat musim liburan dan HBKN.

Baca Juga:  Kukuhkan Kepengurusan Tanam Tuwuh, Wagub Bali Giri Prasta Minta Penanaman Budi Pekerti Jadi Pondasi Menuju Bali Adiluhung

Di sisi lain, meskipun memiliki lahan pertanian luas, pemenuhan kebutuhan pangan Buleleng masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Faktor distribusi menjadi titik krusial yang terus dimonitor BI bersama TPID.

Data Inflasi dan Penguatan Statistik

Dalam HLM tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan perkembangan inflasi Bali dan Buleleng, termasuk metode penyusunan Indeks Harga Konsumen (IHK) berbasis Survei Biaya Hidup (SBH).

BPS juga menyampaikan agenda Sensus Ekonomi 2026, yang dinilai penting untuk memperkuat basis data perencanaan dan pengambilan kebijakan pengendalian inflasi ke depan.

Ketersediaan Pangan Relatif Aman, Tetap Waspada

Hasil koordinasi BI dengan Perumda dan Dinas Pertanian menunjukkan stok pangan relatif terjaga berkat dukungan pasokan lintas wilayah dan penguatan ekosistem hulu-hilir. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi lonjakan permintaan saat arus wisata meningkat.

Baca Juga:  Kariyasa Adnyana Dorong Pemkab Buleleng Berikan Pendanaan UMKM Lewat Kredit di Bank Daerah

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng guna memastikan inflasi bulanan tetap terkendali di bawah pola historis HBKN, inflasi tahunan berada dalam sasaran nasional, serta inflasi pangan dapat ditekan.

Dengan langkah proaktif tersebut, BI optimistis stabilitas harga di Buleleng dapat terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif serta berkelanjutan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR