Bersyukur Mampu Tegak Berdiri di Tengah Pandemi, RK-RAPB LPD Bualu Tahun 2022 Dirancang Tak Muluk-Muluk

Iklan Home Page

Nusa Dua, baliwakenews.com
Semakin kompleksnya masalah yang dihadapi dunia usaha menyebabkan banyak kegiatan yang harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang cermat.  Karenanya LPD sebagai lembaga keuangan milik Desa Adat selayaknya memiliki acuan yang jelas dan cermat dalam upaya menghadapi segala tantangan. Terlebih lagi pandemi covid 19 agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan, produk dan jasa yang dimiliki. Hal itu diungkapkan Kepala LPD Desa Adat Bualu, Made Astika, SE memulai paparannya dalam rapat penyampaian rancangan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja (RK-RAPB) LPD Bualu tahun 2022.

Astika memaparkan pihaknya mengaku bersyukur karena di tengah pandemi yang menerjang LPD Bualu masih mampu tegak berdiri memberikan pelayanan ke krama. Namun demikian pihaknya tidak mau muluk-muluk memasang target di tahun 2022 karena situasi pandemi yang belum menentu. Yang terpenting adalah pihaknya akan tetap bekerja semaksimal mungkin dalam mengelola LPD Bualu ke arah yang lebih baik lagi ke depannya.

Dalam rapat tersebut Badan Pengawas (BP) Internal LPD Desa Adat Bualu menyetujui dan mengesahkan Rancangan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja (RK-RAPB) LPD Bualu tahun 2022. Persetujuan dan pengesahan RK-RAK tersebut dilakukan Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita, S.H. selaku Ketua Badan Pengawas Internal LPD. Rapat penyampaian Rancangan RK-RAK yang melibatkan pengurus LPD, Prajuru dan Kertha Desa serta Sabha Desa, dilaksanakan di Kantor LPD Bualu, Sabtu (27/11).

Baca Juga:  Target Pajak Badung Terancam Meleset, DPRD Desak Efisiensi dan Realisme Fiskal

Astika juga mengungkapkan seperti sudah diketahui kondisi saat ini memang benar-benar sangat membebani perekonomian kita yang tidak gampang untuk dipulihkan. Hal ini tentu berdampak terhadap kondisi  LPD yaitu terjadi penurunan kinerja keuangan. Astungkara kata dia, LPD Bualu mampu bertahan ditengah gempuran pandemi selama 2 tahun ini.  Diakuinya sebenarnya tidak banyak hal yang bisa diperbuat dalam situasi pandemi ini. Karena pihaknya juga harus hati-hati dalam mengambil langkah kebijakan di tengah situasi seperti saat ini. “Tugas kami selaku pengelola di sini, meskipun terjadi penurunan yakni bagaimana mengendalikan penurunan ini, sehingga harapan kami penurunan-penurunan ini tidak liar,” paparnya.

Artinya meski terjadi penurunan sambung dia namun tetap dalam konteks yang wajar. Hal inilah yang dapat dilakukan di dalam situasi pandemi saat ini. “Yang jelas kami di pengurus LPD Bualu tidak mau muluk-muluk namun, akan bekerja semaksimal dan semampunya. Dalam artian apapun yang bisa kami kerjakan sejauh mampu menghasilkan hal yang positif pasti kami kerjakan,” tegasnya.

Ditanya tentang peluang ke depan, dia menegaskan dalam penyusunan RK-RAPB tentu berbasis analisis lingkungan. Karenanya ada beberapa peluang yang akan digarap seperti salah satunya kebutuhan masyarakat akan modal kerja. Seperti para generasi muda yang kini banyak beralih menjadi wirausaha. Nantinya pihaknya akan membantu mengarahkan alur mereka untuk mendapatkan modal kerja. “Dengan disetujuinya rancangan kerja tadi, paling tidak ada pedoman bagi kami selaku pengelola untuk melangkah. Karena mau tidak mau harus ada rel yang harus kita ikuti agar jangan sampai kita keluar dari rel yang ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri HUT ke-14 Ikawangi Dewata Bali, Suyasa Ajak Tingkat Kerukunan

Bendesa Adat Bualu Wayan Mudita diminta komentarnya seusai pertemuan mengapresiasi Rancangan RK-RAK yang sudah sebelumnya dikoordinasikan dengan pihaknya selaku Badan Pengawas Internal. Dimana dalam penyampaian oleh Kepala LPD secara cermat sudah disetujui dan disahkan untuk menjadi RK- RAPB sebagai acuan pengelolaan LPD Bualu di tahun 2022. Di bagian lain pihaknya juga bersyukur karena di tengah hantaman pandemi covid 19 selama 2 tahun LPD Bualu mampu tetap berdiri tegak.

Ke depan dia berharap apa yang menjadi masukan dan harapan badan pengawas bisa tetap dilaksanakan  dan dikoordinasikan dengan baik seperti yang sudah berjalan sehingga LPD Bulau tetap berdiri tegak di tengah situasi apapun. “Memang akibat 2 tahun hantaman covid 19, ada penurunan yang dialami LPD kami, tapi Astungkara kami masih bisa berdiri tegak melayani masyarakat baik yang mau menarik tabungan maupun yang meminjam,” ujar Mudita.

Baca Juga:  Meriahkan HUT Ke-50 Korpri, Bapor Korpri Pemkab Badung Gelar Trofeo Fun Football

Ke depan pihaknya berharap pengurus LPD tetap semangat dalam melayani masyarakat sebagai nasabah agar kepercayaan masyarakat terus tumbuh dan LPD semakin dipercaya masyarakat. Selain itu, koordinasi dengan Badan Pengawas LPD yang sudah berjalan baik selama ini agar terus dilanjutkan. Dengan begitu berbagai hal yang terjadi di masyarakat bisa segera ditindalanjuti. Dia berharap dengan membaiknya sektor pariwisata yang terdampak pandemi nantinya ekonomi masyarakat semakin baik sehingga mereka akan terus bisa menabung, meminjam dan menaruh depositonya di LPD Bualu. “Selama ini dukungan masyarakat krama Desa Adat Bualu kepada LPD sudah sangat luar biasa dan ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Meski situasi pandemi, warga kami yang masih punya penghasilan sedikit tetap menaruh uangnga di LPD sehingga LPD bisa mendapat keuntungan walaupun sedikit,” ungkapnya sembari berharap pengurus LPD harus memberikan kepercayaan ke krama selaku nasabah sehingga ada timbal balik yaitu krama semakin percaya kepada LPD Bulau. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR