Tabanan, baliwakenews.com
Puluhan truk pengangkut sampah terpaksa menginap dan tertahan masuk ke TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Hal ini dikarenakan alat berat tak berfungsi karena ketidaktersediaan BBM jenis Pertamina Dex (Pertadex).
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan, I Wayan Atmaja saat ditemui di lokasi, Rabu 22 April 2026 menjelaskan antrean itu mulai terjadi pada Selasa siang. Hal itu disebabkan lantaran dua alat berat di lokasi tidak bisa dijalankan karena kelangkaan BBM jenis Pertadex (solar non subsidi).
Oleh karena alat berat tak bisa difungsikan sementara, sehingga truk yang mengangkut sampah tidak bisa memasuki areal TPA.
“Jadi ketersediaan Pertadex di SPBU Abiantuwung yang menjadi lokasi pengambilan BBM dari TPA Mandung kosong. Sehingga alat berat tidak bisa dijalankan,” jelas Atmaja.
Dikatakan, jumlah alat berat yang berfungsi untuk meratakan sampah di lokasi sebanyak dua unit. Setiap harinya menghabiskan bahan bakar mencapai 15-20 liter setiap satu jam. Sehingga dapat dikalkulasikan dalam satu hari menghabiskan rata-rata 80 liter Pertadex.
Kata Atmaja, pemakaian BBM jenis Pertadex ini berdasarkan perjanjian kerjasama (PKS) dengan SPBU Abiantuwung. Dan jenis bahan bakar yang boleh digunakan hanya yang non subsidi untuk menjalankan alat berat dan truk DLH.
Kejadian seperti ini kata Atmaja pernah terjadi beberapa waktu lalu, namun segera teratasi setelah mendapat pasokan bahan bakar.
Ia juga tidak berani menjamin truk-truk tersebut dimasukkan dan sampahnya dibuang ke TPA. Khawatirnya, jika tidak diratakan menggunakan alat, sampah bisa meluber ke jalan. BWN-06

































