Mangupura, baliwakenews.com
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tidak hanya menjadi simpul transportasi udara, tetapi juga panggung budaya yang menyambut wisatawan dengan nuansa perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili. Melalui pertunjukan barongsai dan dekorasi tematik, bandara menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang di tengah momentum libur panjang.
Riuh genderang dan atraksi dua barongsai memeriahkan terminal keberangkatan dan kedatangan pada Selasa (18/2). Pertunjukan digelar dalam empat sesi, menyasar seluruh area utama terminal, mulai dari keberangkatan domestik dan internasional hingga kedatangan internasional dan domestik. Tak hanya tampil atraktif, barongsai juga membagikan jeruk mandarin kepada penumpang sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Pelaksana Harian (PH) General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Purna Irawan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan customer experience sekaligus memperkuat citra bandara sebagai wajah pariwisata Bali.
“Momentum Tahun Baru Imlek menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Tidak hanya layanan operasional yang optimal, tetapi juga sentuhan budaya yang menghadirkan kebahagiaan dan makna keberkahan bagi para pengguna jasa,” ujar Purna.
Menurutnya, bandara sebagai gerbang utama Bali memiliki peran strategis dalam menampilkan keberagaman budaya Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran thematic event seperti ini menjadi bentuk komitmen dalam mempromosikan nilai toleransi dan kekayaan tradisi di ruang publik internasional.
Selain atraksi barongsai, manajemen bandara juga mempercantik terminal dengan dekorasi bernuansa Tahun Kuda Api di sejumlah titik strategis dan area komersial. Ornamen khas Imlek tersebut memperkuat atmosfer perayaan sekaligus menciptakan suasana hangat bagi penumpang yang bepergian selama periode libur.
Purna menambahkan, semangat Tahun Kuda Api yang melambangkan energi besar dan pergerakan cepat sejalan dengan komitmen manajemen dalam menjaga performa operasional bandara.
“Kami akan membawa semangat tersebut dalam setiap langkah pelayanan, memastikan operasional dan kenyamanan penumpang tetap terjaga sesuai ekspektasi,” tutupnya.
Dengan sentuhan budaya di ruang keberangkatan dan kedatangan, Bandara Ngurah Rai kembali menegaskan posisinya bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. BWN-04
































