Mangupura, baliwakenews.com
DPRD Badung telah menyepakati APBD Badung tahun 2027 sebesar Rp 14,2 trilun, melalui penandatanganan berita acara atau nota kesepakatan dalam rapat paripurna, Kamis (6/8). Hanya saja pemerintah daerah tetap diminta menerapkan sistem kehati-hatian dalam mengelola anggaran. Bahkan Pemkab Badung diminta untuk tetap mementingkan kebermanfaatan untuk masyarakat dalam menjalankan APBD.
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mengatakan, dalam nota kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027, APBD Badung ditetapkan sebesar Rp 14,2 triliun. Dirinya pun meminta Bupati Badung bersama jajaran tidak hanya melihat angkat yang tinggi, namun tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Bahkan dalam menjalankan APBD tetap harus mementingkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kemudian penterjemahan APBD itu memang betul-betul sesuai dengan atau menimbulkan asas manfaat bagi masyarakat. Nah itu yang paling penting,” ujar Anom Gumanti, usai memimpin rapat.
Pihaknya menyebutkan, angka ini dianggap logis ditetapkan, sesuai dengan laporan triwulan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung yang terus meningkat secara drastis. Hanya saja ia mengakui, angka ini adalah proyeksi, namun harus tetap optimis dapat tercapai. Jika dirasa belum mampu dalam menjalankan, harus dilakukan efisiensi asalkan program prioritas dapat berjalan.
“Supaya nanti kegiatan dan program yang menjadi prioritas atau pokok, seperti pendidikan, kesehatan, itu tidak terganggu. Sehingga ada hal-hal yang nanti kita lakukan efisiensi. Astungkara semuanya bisa berjalan,” ungkap politisi asal Kuta tersebut.
Anom Gumanti menerangkan, jajaran DPRD Badung telah menjalankan tupoksinya dalam penyusunan APBD 2027. Bahkan ada beberapa masukan yang diberikan sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Terkait upaya Bupati Badung yang memfokuskan pembangunan infrastruktur, Politisi PDIP ini pun mengaku mendukung. Terlebih hal ini akan memberikan efek yang sangar besar untuk perkembangan pariwisata. “Ketika Badung kondusif, Badung artinya pariwisatanya tumbuh, dan ini juga membawa dampak pada pariwisata Bali,” paparnya.
Dirinya menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung lahir dari pariwisata yang rentan terhadap resiko. Hal ini pun diharapkan dapat dijaga bersama, baik dari masyarakat maupun pengusaha. Dirinya juga berharap PAD dapat terus meningkat setiap tahunnya.
“Mari kita jaga ini mudah-mudahan ke depan Badung tetap kondusif sehingga pariwisata ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama,” paparnya. BWN-05

































