Bunda Rai Perkuat Sinergi PKK dan Posyandu Tabanan, Dorong Implementasi 10 Program Pokok PKK dan 6 SPM Secara Berjenjang

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Memperkuat pemahaman sekaligus menyatukan langkah para kader di lapangan, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, memimpin Sosialisasi Tatap Muka TP PKK Kabupaten Tabanan dengan tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, Jumat (25/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Tabanan, Jajaran Pengurus TP PKK dan TP Posyandu Kabupaten Tabanan, para Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Tabanan beserta pengurus, para Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Desa se-Kabupaten Tabanan, jajaran pengurus TP PKK dan TP Posyandu Kabupaten Tabanan serta undangan terkait. Pertemuan ini menjadi ruang penguatan koordinasi sekaligus evaluasi pelaksanaan program PKK dan Posyandu yang memiliki keterkaitan erat dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Bunda Rai menjelaskan bahwa transformasi Posyandu 6 SPM merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperluas fungsi Posyandu menjadi pusat pelayanan terpadu di desa/kelurahan. Transformasi tersebut diarahkan untuk mendekatkan layanan dasar, mengintegrasikan berbagai program pemerintah, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. “Pertemuan ini untuk kita mengevaluasi kegiatan kita setiap tahun, khususnya di PKK dan Posyandu. Kenapa menjadi satu acara, karena kegiatan ini saling beririsan. Saya harapkan sinergi yang sudah terjalin luar biasa selama ini bisa lebih ditingkatkan lagi, agar 10 Program Pokok PKK dan Posyandu dengan 6 SPM ini bisa kita implementasikan dengan lebih baik lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Rusak Fasilitas Sekolah, Plafon Dua SD di Legian Jebol

Menurut Bunda Rai, keterkaitan tersebut juga terlihat dari 10 Program Pokok PKK yang mencakup berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya sinergi antara TP PKK dan TP Posyandu, mengingat sebagian besar pengurus dan kader Posyandu juga merupakan pengurus PKK di tingkat desa hingga kecamatan.

Sepanjang tahun 2026, TP PKK Kabupaten Tabanan juga telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial, sosialisasi dan pembinaan, rapat koordinasi, pasar rakyat, puncak HKG hingga berbagai perlombaan, seperti Aku Hatinya PKK, karaoke, yel-yel dan Posyandu 6 SPM. Bunda Rai menegaskan, berbagai perlombaan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangkitkan semangat para kader sekaligus melihat secara langsung kondisi di lapangan. “Kenapa lomba, karena untuk menjadi rangsangan membangkitkan lagi semangat para kader. Di sanalah kesempatan kita untuk lebih melihat keadaan langsung di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bunda Rai menekankan pentingnya pelaksanaan program secara berjenjang mulai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. Berbagai program yang telah berjalan di tingkat provinsi, seperti aksi sosial, pembinaan dan peningkatan kapasitas, turut diteruskan di tingkat Kabupaten Tabanan agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata. “Kalau kita semua bergerak, akan lebih cepat dan merata masyarakat bisa mendapatkan bantuan. Begitu pula dengan pembinaan dan peningkatan kapasitas, seperti di Posyandu, agar berjenjang juga berjalan. Jangan hanya di kabupaten yang bergerak, tetapi di desa tidak bergerak, karena nanti tidak akan mandeg dan tidak berjalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Birokrat Badung Kehilangan Sosok Pejuang Keuangan yang Rendah Hati

Sementara dalam pelaksanaan transformasi Posyandu 6 SPM, Bunda Rai menyebut Tabanan telah bergerak sejak awal melalui peningkatan kapasitas, sosialisasi, penyusunan program kerja serta penguatan sinergi dengan perangkat daerah terkait. Transformasi tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni transformasi kelembagaan, transformasi layanan dan transformasi pembinaan. Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Dalam pemaparannya, Bunda Rai juga menjelaskan alur pelaksanaan pelayanan 6 SPM, mulai dari masyarakat datang ke Posyandu, melakukan pendaftaran dan pendataan, verifikasi serta kunjungan rumah, rekapitulasi dan pelaporan, hingga tindak lanjut oleh pemerintah desa/kelurahan dan perangkat daerah. Strategi transformasi turut diarahkan melalui penyatuan persepsi masyarakat, pengembangan pelayanan, peningkatan kapasitas pengurus dan kader, penguatan sarana prasarana, penataan kelembagaan, pemantapan koordinasi kebijakan dan pembinaan, serta penguatan dukungan pendanaan. “Untuk Posyandu dengan 6 SPM, dari awal kita sudah bergerak cepat. Kita melakukan peningkatan kapasitas, sosialisasi, merancang program kerja dan sinergi kita dengan OPD terkait sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya, Apresiasi Karya Dewa Yadnya Warga Desa Meliling dan Pohgending

Srikandi Tabanan itu juga mengajak seluruh Ketua TP Posyandu Kecamatan dan Desa serta perangkat daerah terkait untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam berbagai kegiatan dan perlombaan TP Posyandu Provinsi Bali, termasuk lomba Ketua TP Posyandu, Telajakan dan PSBS. Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sehingga para kader dapat berdiskusi secara langsung mengenai materi transformasi Posyandu 6 SPM dan pelaksanaannya di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Tabanan, I Gede Ketut Suyana Putra, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pemberdayaan masyarakat dan desa, termasuk melakukan pembinaan serta pendampingan kepada desa. Ia mendorong agar PKK terus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan di desa, termasuk penggalian gagasan dan musyawarah. “Harapannya PKK dan Posyandu bisa berjalan maksimal. Intinya adalah pemberdayaan, dan pemberdayaan itu bisa dimulai dari struktur terkecil, yakni keluarga. Tugas ibu-ibu sangatlah berat, karena memberdayakan yang tidak berdaya menjadi berdaya, menjadi penggerak dan memotivasi. Sesuai arahan Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, agar kita tidak lelah untuk terus mengajak generasi muda dan lingkungan sekitar agar berperan aktif dalam pembangunan di wilayah masing-masing,” pungkasnya.BWN-HT

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR