Tabanan, baliwakenews.com – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam pedaging di Banjar Dinas Tibudalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (18/9) malam.
Api yang diduga dipicu kebocoran gas LPG itu menghanguskan kandang berukuran 100 x 12 meter dan menyebabkan sekitar 24.000 ekor ayam pedaging mati terbakar. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Putu Wiwik Endrayani dalam keterangan, Senin 21 September 2206 mengatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 22.39 WITA. Saat itu, saksi I Nyoman Anggi Hermawan sedang melaksanakan tugas jaga malam.
Ia kemudian mendapat pesan WhatsApp dari Deden Rizky Nugraha yang mengabarkan terdengar suara letupan bambu dari arah kandang ayam.
Mendapat informasi tersebut, Anggi langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Setibanya di kandang, ia melihat api sudah berkobar dari bagian belakang bangunan dan telah membakar sekitar setengah bagian kandang.
Anggi kemudian panik dan memberitahukan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya. Ia juga segera memindahkan sepeda motor yang berada di sekitar kandang ke tempat aman untuk mencegah kendaraan ikut terbakar.
Pemilik kandang, I Made Dharma Wiguna, kemudian dihubungi dan datang ke lokasi. Setelah tiba, ia langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan.
“Sembari menunggu petugas datang, pemilik bersama warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kobaran api dengan cepat meluas dan membakar bagian bangunan kandang, ” kata Wiwik.
Sekitar pukul 00.09 WITA, satu unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan tiba di lokasi. Petugas bersama warga kemudian berjibaku memadamkan api. Setelah sekitar 45 menit dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, kebakaran menyebabkan kerugian besar. Sekitar 24.000 ekor ayam pedaging mati karena ludes terbakar.
“Sementara bangunan kandang mengalami kerusakan akibat dilalap api, ” jelasnya.
Total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar, meliputi bangunan kandang berukuran 100×12 meter beserta puluhan ribu ekor ayam di dalamnya.
Dari hasil informasi awal, kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran gas LPG yang digunakan sebagai bahan bakar pemanas di dalam kandang ayam. Meski demikian, penyebab tersebut masih berdasarkan dugaan awal.
Sementara itu, pemilik kandang memilih tidak membawa kejadian tersebut ke ranah hukum dan menganggap kebakaran yang menimbulkan kerugian sekitar Rp1 miliar tersebut sebagai musibah. BWN-06































