Mangupura, baliwakenews.com – Tujuh kasur bekas yang menumpuk di trotoar Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran, akhirnya diangkut. Karena tumpukan sampah berukuran besar tersebut tak kunjung ditangani setelah beberapa hari berada di lokasi, Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Tegal bersama Kelian Banjar Adat Tegal Jimbaran memilih turun tangan secara swadaya.
Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kebersihan dan estetika jalur protokol yang menjadi salah satu akses utama di kawasan Jimbaran sekaligus banyak dilalui wisatawan.
Sebelumnya, tumpukan tersebut terlihat di salah satu titik trotoar. Selain tujuh spring bed, sejumlah kantung sampah rumah tangga juga dibuang di lokasi yang sama. Beberapa kasur bahkan hanya menyisakan rangka dan diduga merupakan bekas terbakar.
Kepala Lingkungan Banjar Tegal, Jimbaran, I Ketut Sukartayasa mengatakan, awalnya pihaknya mengira tumpukan kasur tersebut akan segera diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Pasalnya, lokasi berada di jalan protokol yang rutin dilalui armada kebersihan.
Namun, setelah beberapa hari tidak kunjung dibersihkan, pihaknya bersama Kelian Banjar Adat Tegal Jimbaran I Wayan Mudita memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama.
Tenaga angkut kemudian dikerahkan secara swadaya untuk mengangkut seluruh tumpukan kasur tersebut.
“Sudah, itu sudah diangkut. Siapa yang membuang? Kami juga tidak tahu pasti. Tapi karena sudah mengganggu estetika wilayah, atas inisiatif sendiri, kami lakukan pembersihan,” ujar Sukartayasa, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga kebersihan dan estetika Jimbaran. Terlebih, lokasi tersebut berada di jalur protokol dan merupakan kawasan yang banyak dilalui wisatawan.
Di sisi lain, Sukartayasa menyayangkan masih adanya oknum yang membuang sampah berukuran besar secara sembarangan. Perilaku tersebut dinilai bertolak belakang dengan berbagai upaya yang telah dilakukan di wilayah Jimbaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Sosialisasi dan pengawasan di sejumlah titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan liar, kata dia, telah dilakukan cukup lama. Pihaknya bahkan sempat melakukan pengawasan langsung guna mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan.
“Sosialisasi dan atensi sudah kami lakukan cukup lama, tapi masih saja ada perilaku yang demikian. Terus terang kami sangat menyayangkan,” tambahnya.
Meski tumpukan kasur telah dibersihkan, Sukartayasa berharap penanganan sampah liar berukuran besar ke depan dapat dilakukan lebih cepat. Ia meminta DLHK Badung lebih responsif dan fleksibel ketika menemukan sampah berukuran besar, khususnya di jalur protokol yang rutin dilalui armada kebersihan.
Ia berharap persoalan sampah berukuran besar tidak sepenuhnya menjadi beban wilayah setempat. Dengan penanganan yang lebih cepat, keberadaan sampah liar tidak sampai mengganggu kebersihan dan estetika kawasan.
Selain itu, Sukartayasa kembali mengimbau masyarakat, termasuk para pendatang yang tinggal di Jimbaran, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya menyangkut estetika kawasan pariwisata, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dan menjaga kesehatan bersama. BWN-04

































