DENPASAR, BALIWAKENEWS.COM – Kobaran api melalap sebuah kos-kosan semi permanen di Jalan Tukad Pancoran IV K1, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat (28/8) sekitar pukul 05.30 Wita. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan 10 kamar kos, merembet ke satu rumah warga dan bengkel las.
Tragisnya, seorang perempuan lanjut usia berinisial S (70) tewas setelah tertimbun reruntuhan bangunan yang roboh saat api membesar.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi, korban merupakan penjaga kos yang memiliki keterbatasan dalam bergerak. Saat kebakaran terjadi, sejumlah warga sempat berusaha membantu mengevakuasi korban.
Namun, upaya tersebut gagal setelah bangunan lebih dahulu roboh dan membuat korban terjebak di antara puing-puing bangunan dan kobaran api.
“Korban merupakan lansia yang mengalami keterbatasan dalam berjalan maupun bergerak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Azel.
Lebih lanjut Azel menjelaskan, kobaran api pertama kali diketahui dari sebuah kamar kos yang dalam kondisi kosong. Seorang penghuni melihat cahaya dari celah pintu kamar tersebut dan langsung membangunkan dua anaknya sebelum berteriak meminta penghuni lainnya menyelamatkan diri.
“Berdasarkan keterangan saksi, api awalnya terlihat dari kamar kos yang kosong tanpa penghuni. Api kemudian cepat membesar,” ujarnya.
Situasi di lokasi pun sontak panik. Para penghuni yang berada di lantai dua berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Abdul Jalil (70), salah seorang saksi, mengaku melihat para penghuni berlari keluar setelah melaksanakan salat Subuh.
“Saat melihat api sudah besar di lantai dua, saksi kemudian keluar untuk menyelamatkan diri,” kata Azel.
Abdul juga mengetahui adanya upaya warga menyelamatkan S. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat proses evakuasi terhambat. Tidak lama kemudian, bangunan tersebut roboh dan menimpa korban.
Saksi lainnya, I Gusti Ngurah Satria Wijaya (45), mengaku terbangun setelah mendengar teriakan kebakaran. Ia kemudian keluar bersama adiknya, I Gusti Ngurah Bayu Triarsa (30), dari kamar di lantai dua.
Namun, Bayu sempat kembali ke kamar untuk mengambil dompet. Saat berusaha turun dari lantai dua, tubuhnya terkena sambaran api.
“Korban mengalami beberapa luka bakar setelah terkena sambaran api ketika turun dari lantai dua. Selanjutnya korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bros,” kata Azel.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik dari kamar kos yang sedang kosong.
“Dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik pada kamar kos yang kosong. Penyebab pastinya masih kami dalami,” ujar Azel.
Selain menewaskan S, kebakaran tersebut menghanguskan 10 kamar kos beserta barang-barang di dalamnya. Api juga merembet ke satu rumah pribadi milik warga dan sebuah bengkel las di sisi bangunan.
Petugas Damkar Kota Denpasar mengerahkan tujuh unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran. Setelah sekitar satu setengah jam melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.15 Wita.
“Api berhasil dipadamkan petugas Damkar Kota Denpasar dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam,” kata Azel.
Usai api dipadamkan, petugas menemukan jasad S tertimbun reruntuhan bangunan. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kepala mengarah ke timur dan kaki ke barat.
Jenazah kemudian dievakuasi dari balik puing-puing bangunan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dibawa ke RSUD Prof. Ngurah menggunakan ambulans PMI Kota Denpasar. BWN07































