Jembrana, Baliwakenews.com
Upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diperkuat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi membentuk Tim Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah untuk mengintegrasikan pengawasan, pertukaran data, hingga edukasi perpajakan.
Pembentukan tim tersebut ditandai dengan penandatanganan Keputusan Bersama yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (24/6/2026). Langkah ini menjadi strategi baru dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah guna mengoptimalkan potensi penerimaan pajak.
Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, menjelaskan tim bersama akan bekerja melalui mekanisme yang terintegrasi mulai dari pendataan wajib pajak, pertukaran dan pengolahan data, pengawasan bersama, hingga edukasi perpajakan.
Tim tersebut dipimpin Kepala KPP Pratama Tabanan bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jembrana dengan dukungan sejumlah subtim yang menangani pendataan, pengolahan data, pengawasan wajib pajak, serta edukasi dan dukungan teknis.
Menurut Darmawan, peningkatan penerimaan pajak tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan, tetapi harus dibangun melalui kepatuhan sukarela yang didukung data berkualitas dan edukasi yang berkelanjutan.
“Kami meyakini peningkatan penerimaan pajak bukan semata-mata soal pengawasan. Yang lebih penting adalah membangun kepatuhan melalui edukasi dan pemanfaatan data yang berkualitas. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus berjalan dalam satu langkah,” ujarnya.
Ia menjelaskan implementasi tim bersama akan dilakukan melalui berbagai kegiatan strategis, mulai dari canvassing atau pendataan wajib pajak, pertukaran data hasil pendataan, penyusunan sasaran pengawasan, pelaksanaan pengawasan bersama, hingga penyuluhan perpajakan kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong wajib pajak memenuhi kewajibannya secara benar, lengkap, dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
Keputusan pembentukan tim ditandatangani oleh Kepala Kanwil DJP Bali dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, serta disaksikan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
Bupati Kembang Hartawan menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat PAD Kabupaten Jembrana masih menjadi yang terendah di Bali.
“PAD Kabupaten Jembrana saat ini masih yang terendah di Provinsi Bali. Kami berharap tim bersama ini mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan,” tegasnya.
Sebagai implementasi awal, tim langsung melakukan kunjungan pengawasan dan pembinaan ke dua wajib pajak di Kabupaten Jembrana, yakni Bambora Medewi dan Puri Dajuma Eco-Resort. Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam menggabungkan fungsi pengawasan dengan pendekatan edukatif kepada wajib pajak.
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tabanan, Budiyanta, menegaskan keberhasilan optimalisasi penerimaan pajak sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami percaya kepatuhan wajib pajak tumbuh melalui kolaborasi dan edukasi yang berkelanjutan. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana akan terus diperkuat agar manfaat pajak dapat kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan daerah,” ujarnya.
Pembentukan tim bersama ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. BWN-03
































