Jembrana, baliwakenews.com
Suasana tenang di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, mendadak berubah mencekam setelah sebuah jukung ditemukan mengapung tanpa awak. Pemiliknya, Asmuri (43), seorang nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, hingga kini belum diketahui keberadaannya dan diduga terjatuh ke laut saat mencari ikan.
Peristiwa ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan dari Polairud Polres Jembrana pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.45 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Asmuri berangkat melaut seorang diri menggunakan jukung pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 00.00 Wita, nelayan setempat menemukan jukung korban terombang-ambing sekitar 100 meter di selatan bibir Pantai Medewi tanpa seorang pun di atasnya. Temuan tersebut langsung memunculkan dugaan bahwa korban terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan kelompok nelayan setempat untuk menyusun strategi pencarian.
Sebanyak tujuh personel Rescue Pos SAR Jembrana diberangkatkan ke lokasi pada pukul 06.05 Wita. Setelah briefing, satu unit rubber boat dengan tiga personel diterjunkan dari Pantai Yeh Sumbul dan mulai melakukan penyisiran pada pukul 07.20 Wita.
“Kami langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Namun, setelah lebih dari dua jam menyisir perairan, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian diperluas melalui jalur darat. Tim menyusuri kawasan Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh sekitar dua kilometer sambil meminta informasi dari warga dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi. Hingga penyisiran berakhir pukul 10.41 Wita, hasilnya masih nihil.
Memasuki sore hari, operasi kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengombinasikan penyisiran darat dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di sekitar pesisir. Meski teknologi turut dikerahkan, pencarian tetap belum membuahkan hasil.
Operasi hari pertama melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Medewi, Polres Jembrana, Polairud Polres Jembrana, Polsek Pekutatan, Brimob Kompi C Gilimanuk, Pos TNI AL Pengambengan, Ditpolair Polda Bali, BPBD Jembrana, PMI Jembrana, Potensi SAR 115, serta unsur terkait lainnya.
Hingga operasi hari pertama ditutup, Asmuri masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di laut maupun sepanjang pesisir serta mengoptimalkan koordinasi dengan nelayan dan masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pencarian. BWN-04

































