Mangupura, Baliwakenews.com
Meningkatnya tensi keamanan akibat konflik di kawasan Timur Tengah mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), pemantauan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Badung yang bekerja di wilayah tersebut terus dilakukan guna memastikan kondisi mereka tetap aman.
Kepala Disperinaker Kabupaten Badung, Anak Agung Yuda Dharma didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disperinaker Badung, Dr. Ni Luh Putu Widyantari, SSTP, MAP, Rabu (4/3), mengatakan, hingga saat ini belum terdapat laporan PMI asal Badung yang meminta pemulangan maupun mengalami permasalahan akibat situasi konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, sebelum keberangkatan pekerja migran, pihak dinas telah melakukan langkah antisipatif melalui proses verifikasi ketat terhadap para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri. Pendataan PMI sendiri dilakukan secara terpusat melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali.
“Untuk antisipasi, kami melakukan verifikasi secara detail kepada pencari kerja yang akan berangkat ke luar negeri. Sementara pendataan PMI terpusat di BP3MI Bali,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah warga Badung yang bekerja di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 125 orang pada tahun 2025, sementara pada tahun 2026 tercatat 16 orang.
Ia menjelaskan, pemantauan kondisi PMI di luar negeri dilakukan melalui koordinasi intensif dengan BP3MI Bali sebagai instansi yang memiliki kewenangan monitoring pekerja migran di wilayah penempatan.
“Monitoring kami lakukan melalui koordinasi dengan BP3MI Bali,” jelasnya.
Hingga kini, Disperinaker Badung memastikan belum ada laporan PMI asal Badung di Timur Tengah yang terdampak konflik maupun mengajukan permintaan pemulangan. Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan PMI tetap terjaga. BWN-05
































