Tim STB Runata Lakukan Pemberdayaan UMKM Produksi Kripik Kulit Ayam dan Kripik Tempe Sebagai Alternatif Usaha Rumahan di Kelurahan Renon

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Membantu UMKM tumbuh dan berkembang Tim dari Sekolah Tinggi Bisnis (STB) Runata memberikan pembinaan kepada UMKM Dapoer Restoe Iboe di Kelurahan Renon yang memproduksi kerupuk ayam dan kripik tempe melalui peningkatan produksi.

Kegiatan pembinaan tersebut memperoleh dana dari Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Hibah tersebut merupakan salah satu proposal Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat STB Runata, Ni Putu Widiastuti, S.E.,M.M., didampingi anggota Dr. Mutria Farhaeni, S.E.,M.Si., dan I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhar, S.Pd.,M.Pd., memaparkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri.

Baca Juga:  PKM Unmas Dukung Kelompok Tanaman Hias Mulasari Kembangkan Inovasi Pembibitan Dan Pemasaran Secara Online

“Dengan demikian UMKM akan mampu bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia. Mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia,” ujar Widiastuti.

Salah satu UMKM yang sangat potensial dilakukan pembinaan dan pengembangan adalah usaha rumahan Kripik Tempe dan kerupuk Ayam. Kedua produk ini memiliki pasar yang besar karena digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Bahan baku pembuatan yang mudah didapatkan. Dengan teknik pengolahan yang tepat, produk ini dapat diolah menjadi keripik yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penyuluhan dan bimtek tentang pengolahan limbah pemotongan ayam menjadi kripik yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Di sisi lain, kripik tempe merupakan makanan tradisional yang mengandung protein nabati dan memiliki cita rasa yang disukai masyarakat umum. Produk yang dihasilkan berupa kripik tempe yang dapat di deversifikasi dengan bumbu penyedap sehingga memiliki lebih dari satu varian rasa.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Jadi Tuan Rumah ICYSS 2024, Hadirkan 11 Negara dari 4 Benua

Dari observasi UMKM Dapoer Restoe Iboe, usaha krupuk kulit ayam dan kripik tempe yang selama ini dijalankan menggunakan kompor kecil untuk menggoreng krupuk kulit ayam dan kripik tempe. Sehingga kemampuan memproduksi krupuk kulit ayam hanya 12 kg sehari dengan lama menggoreng 4 jam. Sedangkan untuk kripik tempe, 50 potong sehari dengan lama menggoreng 3 jam.

“Padalah pesanan rata-rata 20 kg untuk kripik kulit ayam dan 100 potong untuk kripik tempe , sehingga UMKM tidak bisa memenuhi permintaan. Untuk itu dibutuhkan kompor jos,” tandasnya.

Setelah krupuk digoreng seharusnya krupuk ditiriskan , namun UMKM Dapoer Restoe Iboe tidak memiliki mesin peniris minyak sehingga krupuk banyak mengandung minyak dan berdampak pada kualitas krupuk yang cepat melempem. “Disini UKM memerlukan mesin peniris,” ujarnya.

Baca Juga:  PT. Pegadaian Serahkan Ambulace Kepada Kodam IX/Udayana

Melalui inisiatif pengabdian dan pemberdayaan masyarakat ini, khususnya pemilik usaha rumah tangga Dapoer Restoe Iboe, akan mendapatkan pelatihan di berbagai bidang seperti produksi, pemasaran, dan bahkan strategi pemasaran digital.

“Dengan demikian, kami harapkan program ini akan meningkatkan keterampilan berbisnis, menciptakan peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan. Pemberdayaan UMKM melalui produksi kulit ayam dan kripik tempe juga dapat menjadi alat yang berharga dalam meningkatkan ekonomi lokal dan nasional,” pungkas Widiastuti. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR