Tabanan, baliwakenews.com
Calon Wakil Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika atau yang lebih dikenal dengan panggilan Jro Sengap, mengadakan diskusi terbuka dengan mahasiswa Tabanan untuk mendengar aspirasi dan berbagi pandangannya terkait pembangunan infrastruktur.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah kondisi jalan penghubung Antosari menuju perbatasan Pujungan dan Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan, yang hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah selama dua periode bupati sebelumnya.
Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa menyoroti buruknya kondisi jalan Antosari-Pujungan-Sanda yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung sektor ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah tersebut.
Menanggapi hal ini, Jro Sengap mengakui bahwa masalah tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi keluhan yang belum terselesaikan. “Kondisi jalan Antosari menuju perbatasan Pujungan dan Sanda memang memprihatinkan. Selama dua periode kepemimpinan bupati sebelumnya, jalan ini belum tersentuh. Padahal, jalan ini memiliki peran strategis, baik untuk mobilitas warga maupun mendukung distribusi hasil pertanian,” ujar Jro Sengap.
Dia menegaskan, infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan daerah, dan jalan yang memadai merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan.
Para mahasiswa yang hadir juga menyoroti dampak buruk dari kondisi jalan tersebut terhadap kehidupan masyarakat. Jalur Antosari-Pujungan-Sanda sering digunakan oleh petani untuk mengangkut hasil bumi mereka, seperti kopi, cengkeh, dan hasil tani lainnya. Namun, kondisi jalan yang rusak parah membuat biaya transportasi meningkat, yang pada akhirnya merugikan petani.
“Saya sering mendengar keluhan dari masyarakat, terutama petani, yang kesulitan mengangkut hasil panen mereka. Selain itu, anak-anak sekolah juga mengalami hambatan karena jalur tersebut sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jika terpilih, kami akan memprioritaskan perbaikan jalan ini agar warga bisa menjalankan aktivitas dengan lebih mudah,” jelas Jro Sengap.
Dalam diskusi, Jro Sengap memaparkan strategi untuk mengatasi masalah infrastruktur di Tabanan, khususnya jalan-jalan yang selama ini terabaikan. Ia mengungkapkan bahwa pemerintahannya nanti akan fokus pada pengelolaan anggaran daerah yang efektif dan transparan untuk memastikan proyek-proyek penting, seperti perbaikan jalan, dapat terlaksana dengan baik.
“Kami akan melakukan penganggaran yang tepat sasaran, sehingga alokasi dana benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Jalan Antosari-Pujungan-Sanda akan menjadi salah satu prioritas utama kami. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengawasan proyek, kami yakin perbaikan ini bisa terlaksana dengan cepat dan berkualitas,” tegasnya.
Diskusi ini juga menjadi momen bagi mahasiswa untuk menyuarakan harapan mereka terhadap calon pemimpin daerah. Salah seorang mahasiswa, menyatakan bahwa infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung pembangunan di sektor lainnya, seperti pendidikan dan pariwisata.
“Kami berharap jalan Antosari-Pujungan-Sanda segera diperbaiki karena ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Kami mendukung langkah-langkah yang akan diambil I Nyoman Mulyadi dan I Nyoman Ardika jika ia terpilih,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengawal proyek pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan atau pengerjaan yang tidak sesuai standar.
Menutup diskusi, Jro Sengap menyampaikan komitmennya untuk membawa perubahan yang nyata di Tabanan. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi salah satu prioritas utama dalam program kerja mereka.
“Kami ingin menciptakan Tabanan yang maju dan sejahtera dengan memastikan semua wilayah memiliki akses infrastruktur yang layak. Perbaikan jalan bukan hanya soal memperbaiki fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, mempermudah akses pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Jro Sengap.
Diskusi ini mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang hadir, karena mereka merasa didengar dan dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Mereka berharap bahwa komitmen yang disampaikan oleh Jro Sengap dapat diwujudkan jika ia dipercaya memimpin Tabanan di masa depan. BWN-01





























