Denpasar, baliwakenews.com
Dalam masa Pandemi Covid-19, dunia kepariwisataan tidak akan sama dengan sebelumnya, masyarakat di seluruh dunia akan menjalankan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal). Masa pandemi ini merupakan waktu untuk berbenah, meningkatkan kualitas destinasi, menyiapkan SDM yang kompeten, serta merumuskan strategi yang tepat sehingga Bali menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya saing namun Budaya dan tradisi nya tetap ajeg lestari.
Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Gedung Graha Sewaka Dharma, saat menghadiri Webinar dengan tema “Rebuild and Redefine Future Heritage Tourism Toward Extra Ordinary Community Empowernment – Bringing in Generation Z”, Lumingtang secara virtual, Kamis (10/12).
Webinar yang diselenggarakan Politeknik Negeri Bali tersebut menghadirkan beberapa orang pembicara diantaranya Guru Besar dan Peneliti Pariwisata, Prof. Dr. Ir. I Gede Pitana, Dosen Matrappar PNB, Dr. I Ketut Budarma, CEO Toya Devasya, Ayu Saraswati, dan GM Jambuluwuk, Ni Made Sriasih.
“Saya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan webinar ini, yang membahas rencana pengembangan pariwisata kearah yang lebih baik, dan dengan tema yang diambil ini akan menghadirkan konsep kini dan kuno yaitu tentang “Heritage and Youth” (Warisan pusaka dan Peran Generasi Muda),” kata Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra.
Lebih lanjut Rai Mantra berharap melalui webinar, selain mendapatkan strategi tentang pengembangan Heritage Tourism. “Saya berharap dapat menggugah kesadaran Generasi Muda (Gen Z, red) untuk menjaga dan melestarikan pusaka yang kita miliki, baik yang berwujud maupun yang tidak,” pungkasnya.*BWN-03
































