Denpasar, baliwakenews.com
Terus meningkatnya kasus Covid-19, mengindikasikan masih minimnya pemahaman masyarakat akan pelaksanaan protokol kesehatan. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali, melalui Dinas Pariwisata melaksanakan sosialisasi tentang protokol kesehatan (Promes) cleanlines, healthy, safety, enviromental sustainability (CHSE) melalui program “We Love Bali”.
Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan
(events) Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Riski Handayani, dalam media gathering terkait pelaksanaan “We Love Bali”, mengatakan kesehatan yang paling penting sehingga sosialisasi CHSE ini sangat penting. “Program ini muncul karena ekonomi Bali tergantung pada pariwisata. Kondisi Covid-19 ini pariwisata Bali sangat terpuruk, sehingga penting menyampaikan kepada masyarakat luas pelaksanaan CHSE di obyek wisata,” ucapnya.
Program We Love Bali melibatkan 4 ribu orang yang akan diajak berkunjung ke berbagai destinasi di 9 kabupaten/ kota di Bali, serta melibatkan kurang lebih 350 industri pariwisata yang mempekerjakan sekitar 8 ribu tenaga kerja di bidang pariwisata.
“Empat ribu orang dan 200 awak media, akan diajak keliling Bali dalam 100 trip dimana pertrip dilibatkan 40 orang. Mereka akan diajak ke berbagai destinasi, hotel dan restoran yang ada di 9 kabupaten dan kota di Bali dengan total anggaran Rp 20 miliar,” ucapnya sembari mengingat pesan Presiden Jokowi, kegiatan kepariwisataan harus libatkan masyarakat lokal, sehingga manfaatnya dirasakan.
Pegiat media sosial diharapkan memposting seluruh destinasi yang dikunjungi untuk dipromosikan di dunia maya. Selain keindahan, keunikan, destinasi, juga diposting penerapan Prokes CHSE. “Ini sangat penting bagi dunia, sangat penting bagi pariwisata Bali. Ini bagian dari upaya membangkitkan pariwisata Bali setelah terpuruk karena Covid19. Kita ciptakan kebersamaan dan kepedulian karena we love Bali,” tandasnya.
Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan akan direkrut 4 ribuan wisatawan, untuk menilai pelaksanaan CHSE pada destinasi wisata di Bali. “50 persen wisatawan nemperhatikan CHSE ini. Save tourism jadi keharusan saat ini, qgar pariwisata cepat pulih,” tandas Astawa.
Sosialisasi dan edukasi Prokes CHSE sangat penting di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Wisatawan mancanegara akan melihat Bali sudah secara sangat ketat menerapkan Prokes CHSE.
“Para peserta Program We Love Bali perlu melihat secara langsung penerapan Prokes CHSE di berbagai obyek wisata di Bali. Selama trip, para peserta diminta untuk menerapkan Prokes CHSE di seluruh obyek wisata yang dikunjungi seperti selalu mengenakan masker, selalu jaga jarak dan cuci tangan,” pungkas Astawa.*BWN-03

































