Mangupura,baliwakenews.com
Pendapatan daerah yang dirancang lebih kecil dibandingkan belanja daerah menjadi sorotan Fraksi Partai Golkar DPRD Badung. Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Badung untuk mendengarkan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi yang ada, Selasa (18/8).
Rapat paripurna DPRD Badung dipimpin Ketua DPRD Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., didampingi dua wakilnya Wayan Suyasa, S.H., dan Made Sunarta, Sekwan IGA Made Wardika, serta 34 anggotanya yang hadir. Rapat juga dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa, pimpinan OPD serta undangan lainnya.
Anggota Fraksi Partai Golkar Gede Suardika menyatakan, pendapatan daerah pada APBD perubahan 2020 dirancang Rp 3,58 triliun. Pendapatan daerah ini berasald ari pendapatan asli daerah (PAD) Rp2,7 triliun, dana perimbangan dirancang Rp 563,7 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang Rp318,8 miliar.
Sementara menurut fraksi dikomando oleh GN Saskara ini, belanja daerah dirancang Rp 3,86 triliun. Belanja daerah ini terdiri atas belanja tidak langsung Rp 2,04 triliun serta belanja langsung Rp 1,81 triliun.
Menurut Suardika, komposisi pendapatan daerah yang dirancang lebih kecil dibandingkan belanja daerah, akan tetap memunculkan selisih negatif atau defisit. “Hal ini akan berdampak pada rancangan program kegiatan yang kemungkinan akan terasionalisasi jika pendapatan tidak tercapai dan tidak mampu melampaui belanaj daerah,” ujar politisi Nasdem asal Abiansemal tersebut.
Untuk itu, Fraksi Golkar yang terdiri atas 8 anggota ini berpandangan bahwa rancangan belanja daerah pada APBD Perubahan tahun 2020 minimal sama atau dirancang lebih kecil dari rancangan pendapatan daerah.
Mencermati realisasi ekonomi Bali pada triwulan I yang mengalami kontarksi -1,14 persen, dan untuk triwulan II diproyeksi terkontraksi lebih dalam, maka asumsi dasar ekonomi makro daerah yang digunakan untuk menyusun APBD perubahan APBD Perubahan Badung 2020 yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi diasumsikan-0,5 persen, serta asumsi menurunnya jumlah kunjungan wisatawan serta kebijakantak memungut PHR, fraksi ini berpandangan bahwa pendapatan daerah yang dirancang pada APBD perubahan 2020 belum menunjukkan angka realistis. Fraksi Golkar mengestimasi pendapatam daerah yang realistis hanya Rp 2,4 triliun.
Dua hal lain yang disorot adalah alokasi anggaran yang dikelola Dinas Kebudayaan sebesar Rp 93,8 miliar khususnya untuk sasaran upacara agama. Besarnya alokasi anggaran ini justru kontradiktif dengan imbauan Bupati Badung tentang pelaksanaan upacara Panca Yadnya yang memberikan imbauan agar upacara digelar sederhana dan tidak melibatkan banyak orang.
Satu lagi yang menjadi sorotannya adalah anggaran untuk DInas Pariwisata justru sangat rendah yakni hanya 12,6 miliar. Sektor pariwisata, menurut Fraksi Golkar, sangat kontradiktif dengan kebijakan umum anggaran. “Justru trigger pendapatan anggarannya sangat kecil, padahal inovasi kepariwisataan misalnya peningkatan SDM kepariwisataan maupun promosi bisa dilakukan dengan cara online, webnar dan lain-lain, Karena itu, Fraksi Golkar minta anggaran kepariwisataan agar ditingkatkan.
Wakil Ketua I DPRD Badung, I Wayan Suyasa. Ditemui diruwng kerjanya Suyasa mengatakan alokasi dana harusnya terfokus pada pemulihan pariwisata yang menjadi tulang punggung pendapatan, bukan sebaliknya lebih rendah dari sektor lainnya dalam hal ini kebudayaan. “Kan sudah jelas Badung itu hidup dari sektor pariwisata, harusnya dana yang ada difokuskan ke sektor ini sehingga pariwisata bisa recovery dengan cepat, bukan malah ke sektor lainnya,” katanya.
Menyikapi pernyataan tersebut, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta justru memiliki pandangan berbeda mengenai tingginya alokasi yang diporsikan ke Dinas Kebudayaan Badung. Bahkan, pihaknya berkeinginan menambah kembali anggaran yang telah dialokasikan. “Bagi saya anggaran di Dinas Kebudayaan tidak besar, justru jika memungkinkan anggaran itu (Disbud -red) kami tambah lagi, karena kami harus bertahan dengan budaya yang berkenaan dengan adat,” sanggahnya. Ditambahkan, kegiatan ada di Kabupaten Badung berlandaskan budaya dan seluruh kegiatan pariwisata di Bali, khususnya Badung didukung oleh budaya Bali. BWN-05


































