Ornamen Batu Bata Balai Budaya Giri Nata Mandala Rontok

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ornamen batu bata Balai Budaya Giri Nata Mandala di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung  rontok. Belum diketahui pasti kapan ornamen yang berbahan batu bata pres itu rontok.

Pada bangunan yang rontok sudah diberi garis pengaman dan jaring paranet berwarna hitam. Hingga saat ini belum diketahui kapan akan diperbaiki, memgingat sampai saat ini masih diberi penyangga.

Baca Juga:  Mendapat Restu Desa Adat, Made Sunarta "Comeback" Lanjutkan Pengabdian DPRD Badung

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), IB Surya Suamba yang dikonfirmasi tidak menampik jebolnya ornamen bangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung.  “Iya pasangan tempelan batanya lepas,” katanya Surya Suamba.

Pihaknya belum mengetahui apa penyebab batu bata itu lepas dan tidak mau menempel. Hal itu pun masih dilakukan kajian PUPR dan juga pihak rekanan. “Lagi kita kaji penyebab tempelan bata tidak nempel dengan bagus,” ucapnya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Terima Kunjungan Duta Besar Ethiopia

Pihaknya juga menjelaskan, meski ornamen tersebut rontok , namun sampai saat ini masih menjadi tanggung jawab rekanan. Mengingat masih masih waktu pemeliharaannya.

“Jadi masih tanggungjawab penyedia terkait jaminan konstruksi ini. Sehingga kita tidak mengeluarkan anggaran untuk perbaikannya lagi,” bebernya sembari mengatakan minggu ini rencananya akan di perbaiki.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Pantau Pembongkaran Satu Tower di Jimbaran

Untuk diketahui, bangunan Balai Budaya tersebut dikerjakan PT Tunas Jaya Sanur. Bahkan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 336 miliar lebih  rampung pada akhir Agustus 2019 silam BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR