Mangupura, baliwakenews.com
Belum memasuki puncak musim sampah kiriman, kawasan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta) sudah mulai dipenuhi material kayu dan ranting yang terbawa arus laut. Bahkan, sejak penanganan awal pada Selasa (3/11), sebanyak 26 ton sampah kiriman telah berhasil diangkut petugas kebersihan.
Kemunculan sampah kiriman ini menjadi sinyal awal bagi kawasan wisata pantai barat Badung untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan sampah laut menjelang musim hujan. Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menyiagakan sekitar 900 personel kebersihan untuk memperkuat penanganan sampah di sepanjang pesisir.
Kepala DLHK Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, mengatakan kemunculan sampah kiriman dalam beberapa hari terakhir merupakan penanda awal siklus tahunan sampah laut di pesisir barat Badung.
Pada fase awal ini, material sampah cenderung lebih dahulu menepi di kawasan Pantai Seminyak dan Legian, kemudian menyusul Pantai Kuta.
“Sudah mulai muncul, tetapi belum signifikan. Semoga kondisi sampah kiriman tahun ini tidak terlalu banyak seperti tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan penanganan petugas di lapangan, sampah yang berhasil diangkut mencapai 13 truk atau setara 26 ton. Material yang didominasi kayu dan ranting tersebut untuk sementara ditempatkan di tempat penampungan sementara (STO) masing-masing pantai.
Untuk penanganan selanjutnya, sampah spesifik akan diangkut ke TPA Suwung. Sementara itu, material kayu akan diarahkan ke TPST Mengwi untuk diolah menggunakan mesin wood chipper.
DLHK Badung juga mulai memperkuat kesiapan personel dan armada pendukung. Sekitar 900 petugas kebersihan akan dikerahkan sesuai pembagian zona yang telah dipetakan. Petugas yang sebelumnya menjalankan tugas rutin juga akan dialihkan untuk membantu penanganan sampah kiriman setelah menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
“Petugas kebersihan lapangan kita kerahkan. Usai bertugas di lapangan, kita langsung arahkan untuk penanganan sampah kiriman. Kita berupaya semaksimal mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kuta, Made Agus Suantara, membenarkan sampah kiriman mulai menyebar di Pantai Kuta, Legian, hingga Seminyak sejak Selasa lalu. Meski volumenya belum terlalu besar, kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas pariwisata.
Menurutnya, penanganan sampah kiriman tidak cukup hanya mengandalkan petugas DLHK. Diperlukan keterlibatan masyarakat, pengelola kawasan wisata, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan pantai.
Terlebih, Samigita merupakan salah satu kawasan pariwisata andalan Badung yang harus tetap memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Agus juga berharap prakiraan musim hujan tahun ini tidak memicu peningkatan sampah kiriman secara signifikan. Meski demikian, langkah antisipasi tetap perlu diperkuat mengingat hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi.
Ia mendorong agar pola penanganan terpadu melalui kegiatan gotong royong massal kembali diterapkan, seperti yang pernah dilakukan pada musim sampah kiriman sebelumnya.
“Tentu keterlibatan semua pihak sangat diperlukan. Pola-pola ini akan kita coba jajaki dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder lainnya,” imbuhnya. BWN-04
































