Tabanan, baliwakenews.com
Penataan Terminal Kediri, Tabanan, mulai berdampak pada aktivitas pelayanan penumpang. Selama proyek senilai Rp 1,94 miliar berlangsung, titik naik dan turun penumpang Bus Trans Metro Dewata (TMD) sementara dialihkan ke depan terminal.
Pengalihan dilakukan karena area dalam terminal ditutup sementara untuk mendukung kelancaran pengerjaan sekaligus menjaga keselamatan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan, I Putu Dian Setiawan, Rabu (4/11/2026), mengatakan pengalihan tersebut berlaku hingga penataan terminal rampung.
“Sebagai gantinya, titik naik dan turun penumpang bus dialihkan ke depan Terminal Kediri,” ujar Dian.
Menurutnya, pengalihan tersebut tidak terlalu mengganggu pelayanan. Apalagi, penataan Terminal Pesiapan di Kecamatan Tabanan segera rampung sehingga diharapkan tidak menimbulkan kendala berarti dalam pengaturan operasional bus.
Dishub Tabanan juga telah menyosialisasikan perubahan lokasi kepada penumpang maupun sopir bus. Pengguna jasa diimbau tetap tertib mengantre dan mengutamakan keselamatan selama proyek berlangsung.
Di sisi lain, penataan Terminal Kediri digarap dengan anggaran kontrak Rp 1.940.630.000 yang bersumber dari APBD Tabanan melalui anggaran perubahan 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana, menjelaskan proyek tersebut meliputi pemasangan paving, pembangunan tembok penyengker, serta gapura masuk berbentuk lumbung atau jineng sederhana.
Terminal juga akan dipercantik dengan ornamen patung patih untuk memperkuat identitas khas Bali.
Sejumlah pekerja kini mulai mengerjakan pemasangan paving di bagian lantai terminal. Sementara itu, dinding pembatas proyek telah terpasang di sisi timur terminal.
Partana menyebut penataan Terminal Kediri ditargetkan rampung akhir Desember 2026.
“Dengan penataan tersebut, fasilitas terminal diharapkan tampil lebih tertata dan representatif sebagai ruang pelayanan publik,” pungkasnya. BWN-06































