Denpasar, baliwakenews.com
Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar menangkap sembilan orang tersangka yang bertugas sebagai operator di markas judi online slot di penginapan Pondok Indah, Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Badung. Hanya sebulan beroperasi omset judi itu tembus Rp 1,3 miliar. Hanya saja, polisi belum berhasil menangkap bandarnya lantaran diduga berada di Philipina.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, pihaknya masih menyelidiki member judi online yang dikelola oleh komplotan tersebut. “Namun dari hasil pemeriksaan barang bukti berupa komputer dan lainnya, para member berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara lainnya,” katanya, Rabu (24/8).
Menurut Bambang, saat dilakukan penggerebekan di penginapan Pondok Indah, Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Kamis (17/8), sembilan orang tersangka terdiri dari tujuh laki-laki dan dua perempuan diamankan. “Para tersangka berasal dari luar Bali. Yaitu Pulau Jawa dan Sumatra,” bebernya.
Mereka memiliki tugas masing-masing sebagai penyedia jasa permainan judi slot pada situs www.ptwd4d.com dan www.pt98bet.net yang servernya berpusat di Philipina. Yaitu JS (30), AF (26), dan perempuan EN (22) bertugas sebagai digital marketing. “Tugas ketiga tersangka ini di antaranya promosi iklan berisi link judi di sosial media, bikin link alternatif website ketika diblokir Kominfo, dan follow up member lama,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat.
Berikutnya, empat orang bertugas sebagai operator, yaitu DA (20), MR (20), ARI (20), dan perempuan FA (23), serta AS (34) selaku leader operator. Mereka ini mengoperasikan website www.pt98bet.com) dan www.ptwd4d.com selama 24 jam, menerima deposit dari member dan memasukkan koin ke akun member sesuai jumlah deposit, memproses kemenangan member (withdraw) ke rekening, serta membalas sekaligus menangani keluhan member via WhatsApp.
Terakhir, inisial AS (26) sebagai bendahara bertugas membuat laporan keuangan, melakukan penyetoran harian dengan cara transfer ke rekening penampung dana, serta penampung dana untuk membayar gaji karyawan. “Para pelaku ini mendapat gaji bervariatif, mulai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta sebulan. Pendapatan ini mereka dapatkan dari komisi,” ungkapnya.
Bambang mengatakan, judi slot ini dahulunya beroperasi di Philipina tahun 2012 kemudian pindah ke Bali awal Juli 2022 menyewa tempat di Kuta hingga dilakukan penggerebekan pada Agustus lalu. “Hasil pemeriksaan, omzet yang didapat selama beroperasi dari Juli sampai Agustus mencapai Rp 1,3 miliar dengan jumlah member 14.800,” sebutnya.
Hanya saja, polisi belum melakukan penyitaan barang bukti berupa uang. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak perbankan karena transaksi judi slot ini melalui transfer rekening,” tegasnya, seraya mengatakan jika barang bukti yang disita berupa lima unit laptop, delapan CPU, 16 monitor PC, 12 handphone, serta dua router WiFi.
Para tersangka dijerat Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 KUHP : Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp satu miliar. BWN-01

































