Mangupura, baliwakenews.com
Sejak beberapa bulan ini, Kasus Gigitan Hewan Penyebar Rabies (GHPR) di wilayah Kuta Selatan (Kutsel) belakangan cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini tidak dipungkiri oleh Kepala Puskesmas Kutsel, dr. I Made Sugiana, M.Kes dikonfirmasi, Jumat (18/7/2025). Menurut Sugiana, kasus GHPR belakangan memang cenderung mengalami peningkatan di Kutsel.
Berdasarkan data Surveylens sambung dia, untuk di Bulan Januari 2005 terdapat 156 kasus. Namun jumlah ini sempat menurun di Bulan Pebruari menjadi 137 kasus dan kembali turun di Bulan Maret menjadi 136 kasus. Namun di Bulan April kembali meningkat menjadi 210 kasus dan terus naik di Bulan Mei menjadi 243 kasus serta di Bulan Juni juga menjadi 257 kasus.
Namun Sugiana menegaskan untuk kasus Rabies pada Manusia untuk di Kutsel hingga saat ini tidak ada. “Jadi kasus rabies pada manusia tidak ada, kalau gigitan anjing (GHPR) baru ada, biar nggak salah pengertian,” tegasnya.
Kasus GHPR ini hampir merata terjadi di seluruh Desa/Kelurahan hanya saja besarnya jumlah kasus gigitan yang berbeda. Pihaknya, di Puskesmas Kutsel sudah mengambil sejumlah langkah menghadapi kondisi ini.
Seperti memberikan vaksin pada pasien yang gigitan risiko tinggi, melakukan edukasi pada pasien, pemutaran video tentang rabies di ruang tunggu, penyuluhan di masyarakat serta koordinasi dengan Disnak untuk vaksinasi pada hewan peliharaan.
“Kami mengimbau ke masyarakat agar memperhatikan hewan peliharaan dan sebaiknya dikandangkan. Selain itu juga agar lebih hati-hati dan waspada saat bertemu anjing dengan gelagat mencurigakan. Termasuk segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir jika terjadi gigitan dan ke layanan kesehatan untuk dapat Vaksin. Vaksin mencukupi di Puskesmas,” ungkapnya.
Ciri-ciri gelagat anjing yang perlu diwaspadai yakni, ekor ditekuk di kedua kaki belakang, gelisah dan agresif, menyendiri, takut cahaya, takut air, takut suara, air liur berlebihan. Selain itu juga menggigit apa saja yang ada di sekitarnya baik benda maupun orang.
“Hewan yang bisa tertular rabies yakni, Kucing, Anjing, Monyet serta hewan berdarah panas lainnya,” pungkasnya.
Sementara mengantisipasi GHPR ini agar tidak meluas kawasan perumahan juga mulai gencar melakukan vaksinasi menggandeng Dinas Peternakan.BWN-04

































