Denpasar, baliwakenews.com
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB Unwar) bersama Komisi XI DPR RI dan Bank Indonesia (BI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Sistem Pembayaran Non Tunai Qris Dalam Sistem Perbankan Indonesia”, Jumat 15 September 2023, di Auditorium kampus Unwar. Kegiatan yang dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, MSi., tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pembayaran non tunai.
Seminar menghadirkan 3 pembicara yaitu Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwar, Dr. Dewa Putu Yudi Pardita, SE., MSi., dan Agus Sistyo Widjajati, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali.
Dekan FEB Unwar, Prof. Dr. I Made Sara, SE., MP., mengatakan seminar menjadi pembelajaran di Fakultas Ekonomi terkait sistem pembayaran non tunai yang sering disebut dengan Qris. Ini merupakan salah satu inovasi daripada Bank Indonesia dalam rangka mendorong asuransi digitalisasi ekonomi. Qris juga merupakan sistem pembayaran dengan mengutamakan atau dengan menggunakan kode QR yang dapat dipergunakan oleh berbagai macam alat pembayaran seperti yang kita kenal mobil banking dan dompet elektronik, yang juga memiliki berbagai keunggulan antara lain efisien dan praktis, aman dan terjamin.
Dikatakan masyarakat Indonesia semakin antusias menggunakan Qris dalam berbagai transaksi. “Ini karena penggunaan Qris dalam sistem perbankan Indonesia memiliki berbagai manfaat antara lain meningkatkan ekstensi dan efektivitas pelayanan perbankan karena dapat mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas. Kedua memberikan kemudahan dan kenyamanan para nasabah yang mempergunakan Qris, kemudian yang ketiga dalam meningkatkan inklusif atau inklusi keuangan karena dapat mendorong masyarakat untuk mendapatkan layanan perbankan. Oleh karena itu kita perlu terus mendorong pemantapan Qris dalam sistem perbankan Indonesia, ” ucap Prof Sara.
Seminar sebagai upaya peningkatan sosialisasi edukasi sesuai dengan peran kampus sebagai lembaga pendidikan. “Saya berharap bahwa seminar nasional dapat memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat bagi kita semua dalam rangka mendorong pemanfaatan Qris dalam sistem perbankan Indonesia,” tandasnya.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional. Mengingat di era digital ini membuat perubahan yang sangat signifikan, salah satunya terkait sistem pembayaran non tunai. Qris adalah sistem pembayaran yang dapat diakses di seluruh Indonesia.
“Bahkan kami mendengar dari anggota komisi 11 DPR RI, Qris merupakan salah satu metode pembayaran yang sudah bisa dipakai di Singapura, Vietnam, di Thailand dan berbagai negara di Asean, bahkan menuju global,” ucap Prof Pandit.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, MSi., mengatakan ingin menekankan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus sudah harus melek teknologi informasi. Termasuk memahami salah satu sistem keuangan non tunai yang sedang dikembangkan dan dibangun oleh Bank Indonesia yaitu Qris.
“Qris ini yang nantinya bisa mempermudah kita dalam rangka melakukan transaksi, jadi kita tidak lagi perlu membuat rekening di banyak bank. Dengan Qris bisa menjembatani antara bank yang satu dengan bank yang lain, nah praktek-praktek dan pengetahuan praktis semacam ini sangat perlu untuk para mahasiswa,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan sebagaimana semangat kampus merdeka merdeka belajar, mahasiswa sekarang tidak lagi melulu kuliah di dalam ruangan tidak melulu kuliah di dalam kelas. Namun harus lebih banyak ikut praktek dan kegiatan-kegiatan pembelajaran di luar salah satunya adalah memahami tentang perkembangan teknologi informasi terkini.
“Memahami tentang pembayaran non tunai dalam Sistem Perbankan Indonesia, ini juga penting untuk diketahui mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan ekonomi dan bisnis,” pungkasnya. BWN-03































