Badung, baliwakenews.com
Dua wilayah di Bali yakni Denpasar dan Buleleng diindikasikan berpotensi mengalami kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke depan. Namun keduanya memiliki status yang berbeda. Dimana untuk Denpasar statusnya masih masuk dalam kategori Waspada, sedangkan Buleleng kategori Siaga. “Itu adalah hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Iman Fatchurochman, Rabu (15/7).
Hal ini disampaikannya mengutip data dari Kedeputian Bidang Klimatologi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Iman memaparkan, selain Denpasar, masih ada beberapa daerah lain di Indonesia yang memiliki indikasi status. Waspada. Diantaranta Jawa Barat (Cianjur dan Cirebon), Jawa Tengah (Demak dan Karanganyar), Jawa Timur (Blitar, Gresik, Jember, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo, dan Trenggalek), Maluku (Maluku Barat Daya dan Tanibar), Nusa Tenggara Barat (Lombok Barat dan Lombok Utara), serta Nusa Tenggara Timur (Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Utara).
Sedangkan yang masuk dalam status siaga menemani Buleleng, yaitu Yogyakarta (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, dan Sleman), Jawa Tengah (Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo, dan Wonogiri), Jawa Timur (Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, dan Situbondo), Nusa Tenggara Barat (Dompu, Bima, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Barat), serta Nusa Tenggara Timur (Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Timor Tengah Selatan).
Selain Status Waspada dan Siaga ada juga wilayaj yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas yaitu Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang. Pihaknya di BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat yang masuk dalam daftar, agar melakukan antisipasi sedini mungkin. “Utamanya berkaitan dengan potensi dampak kekeringan, misalnya terhadap sektor pertanian dan meningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. BWN-04

































