Mangupura, baliwakenews.com
Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berlangsung di dalam terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ratusan orang dari komunitas bandara, instansi pemerintah hingga masyarakat Kelurahan Kelan turun langsung ke Pantai Kelan untuk membersihkan kawasan pesisir.
Sebanyak 400 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih yang digelar pada 21 Agustus 2026 tersebut. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya dan hiburan bagi pengguna jasa bandara selama 16-21 Agustus 2026.
Peserta aksi berasal dari berbagai unsur, mulai dari komunitas Bandara I Gusti Ngurah Rai, instansi terkait, Pemerintah Daerah Badung hingga masyarakat Kelurahan Kelan. Mereka bersama-sama memungut sampah di kawasan Pantai Kelan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
Tak berhenti pada aksi bersih pantai, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan 100 unit komposter kepada masyarakat sekitar bandara. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan sampah dari lingkungan masyarakat secara lebih berkelanjutan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan rangkaian peringatan kemerdekaan sengaja dikemas tidak hanya dalam bentuk hiburan, tetapi juga seni budaya dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan serta masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin menghadirkan semangat kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengguna jasa selama di bandara,” ujar Nugroho Jati.
Menurutnya, aksi bersih Pantai Kelan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program environmental, social, and governance (ESG). Kegiatan tersebut juga sejalan dengan misi perusahaan sebagai agent of development yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk menjalankan program ESG, serta sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi agent of development yang memberikan dampak positif kepada lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, semangat kemerdekaan sebelumnya telah dihadirkan di dalam terminal Bandara Ngurah Rai melalui berbagai kegiatan. Rangkaian diawali pada Minggu (16/8) dengan penampilan musik tradisional Bali seperti Rindik, Selonding dan Gender yang mengiringi aktivitas pengguna jasa di terminal domestik dan internasional.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan pertunjukan Baleganjur yang mengangkat kisah perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan Pasukan Ciung Wanara. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu atraksi utama dan digelar di area kedatangan domestik sekitar pukul 17.00 WITA. Pada Senin (17/8), tepat pukul 10.17 WITA, seluruh aktivitas di terminal domestik dan internasional sejenak dihentikan untuk memperdengarkan Detik-Detik Proklamasi dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Setelah itu, pengguna jasa disuguhi Parade Nusantara. Karyawan dan karyawati Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama komunitas bandara berkeliling di area terminal kedatangan dengan mengenakan beragam pakaian adat Nusantara.
Kegiatan berlanjut pada 18 Agustus 2026 melalui fun games kemerdekaan. Suasana terminal juga dimeriahkan penampilan paduan suara yang membawakan lagu-lagu nasional dengan iringan piano dan biola.
Menurut Nugroho, berbagai pertunjukan seni budaya tersebut sekaligus menegaskan posisi Bandara Ngurah Rai sebagai pintu gerbang Pulau Bali dan etalase budaya bangsa.
“Perpaduan antara lomba kemerdekaan, parade budaya, dan pertunjukan kolosal Baleganjur juga menjadi bentuk komitmen kami untuk turut melestarikan serta memperkenalkan kekayaan budaya Bali,” katanya.
Rangkaian HUT ke-81 RI di Bandara Ngurah Rai pun ditutup dengan pesan yang lebih luas. Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan di terminal, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat sekitar.BWN-04

































