Pecatu, baliwakenews.com
Popularitas Pantai Uluwatu sebagai salah satu surga selancar dunia kembali terbukti. Antusiasme mengikuti Uluwatu Boardrider Challenge 2026 membludak hingga kuota peserta langsung terpenuhi. Sebanyak 188 peselancar berhasil mengamankan tempat, sementara sekitar 100 peselancar lainnya terpaksa masuk daftar tunggu (waiting list) karena keterbatasan waktu pelaksanaan dan jumlah peserta.
Tingginya animo tersebut menjadi sinyal bahwa kejuaraan yang digelar di Pantai Suluban, Pecatu, semakin diminati komunitas surfing, baik lokal maupun nasional. Bahkan, banyak peselancar yang harus mengurungkan niat bertanding karena panitia tidak lagi dapat menambah kuota.
Ketua Panitia, Nyoman Sudiarsana, menyampaikan permohonan maaf kepada para peselancar yang belum mendapat kesempatan tampil. Menurutnya, lonjakan jumlah pendaftar menjadi bukti bahwa Uluwatu Boardrider Challenge kini telah menjadi salah satu kompetisi yang paling dinantikan para peselancar. “Kami mohon maaf kepada peserta yang belum bisa ikut bertanding. Keterbatasan waktu dan kuota membuat kami belum bisa mengakomodasi semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan menaklukkan ombak, tetapi juga wadah mempertemukan atlet boardrider dari berbagai daerah untuk memperkuat ekosistem olahraga selancar sekaligus mendukung pariwisata Bali, khususnya kawasan Uluwatu dan Pecatu.
Menurut Sudiarsana, nama Uluwatu telah melekat sebagai destinasi surfing kelas dunia sejak awal 1970-an. Ombaknya yang konsisten menjadi alasan utama ribuan peselancar dari berbagai negara datang ke Bali setiap tahun. “Uluwatu dan Pecatu dikenal dunia berkat surfing. Karena itu kami ingin terus menjaga warisan tersebut melalui kompetisi yang berkualitas,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, panitia juga menaikkan nilai hadiah bagi para pemenang. Besaran hadiah yang disiapkan bahkan disebut setara dengan sejumlah kejuaraan internasional meski status kompetisi masih lokal. “Kami ingin menjadi contoh. Bukan semata-mata soal materi, tetapi sebagai bentuk dukungan kepada atlet-atlet yang berjuang di kompetisi ini,” jelasnya.
Pembinaan atlet juga menjadi perhatian utama. Setelah kejuaraan ini, panitia telah menyiapkan kompetisi lanjutan pada 15–16 Agustus, disusul kategori Junior dan Women pada September. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional. “Kami mengajak atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan fokus mempersiapkan diri menghadapi ajang yang lebih besar, termasuk ASEAN Games mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Badung Made Sutama mengapresiasi penyelenggaraan Uluwatu Boardrider Challenge yang merupakan bagian dari cabang olahraga Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Menurutnya, kejuaraan seperti ini menjadi wadah penting untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya memperkuat Badung pada Porprov Bali XI di Buleleng, sekaligus mengharumkan nama Bali dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. “KONI Badung akan terus memberikan perhatian kepada atlet-atlet yang berprestasi, baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” tegasnya.
Made Sutama juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai aset utama olahraga selancar. Menurutnya, ombak kelas dunia tidak akan berarti tanpa lingkungan pesisir yang bersih dan terawat. “Saya mengajak seluruh masyarakat dan peserta untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian laut Pecatu agar tetap menjadi kebanggaan kita,” katanya.
Hal senada disampaikan Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya saat menutup kejuaraan. Ia menilai Pecatu memiliki modal besar sebagai pusat olahraga selancar, baik dari sisi kualitas ombak maupun sumber daya manusia yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi. Pemerintah Desa Pecatu, kata dia, siap memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga selancar, termasuk melalui peningkatan infrastruktur dan pengalokasian anggaran dalam APBDes Induk 2027 untuk mendukung penyelenggaraan Boardrider secara berkelanjutan.
“Saya menantang atlet-atlet Pecatu agar mampu berprestasi di ajang yang lebih besar. Desa Pecatu siap mendukung mereka,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Pecatu sekaligus anggota DPRD Badung Made Sumerta, anggota DPRD Badung Made Tomy Martana Putra, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga selancar di kawasan Pecatu. BWN-04

































