Mataram, baliwakenews.com
Sekretariat DPRD Provinsi Bali melakukan studi komparasi ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (17/7), guna mendalami inovasi pengelolaan sampah yang telah dikembangkan di provinsi tersebut.
Rombongan diterima oleh Kepala Bidang Planologi dan Pemanfaatan Kehutanan Dinas LHK NTB, Burhan, yang memaparkan transformasi pengelolaan sampah di wilayahnya dari sistem konvensional menjadi berbasis digital dan edukatif.
“Inovasi yang dilakukan NTB bisa menjadi inspirasi bagi Bali. Kami ingin melihat langsung langkah-langkah strategis yang telah diterapkan untuk pengelolaan sampah secara terpadu,” ujar I Kadek Suantara, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Bali.
Burhan menjelaskan bahwa NTB kini tengah menuju target zero waste, dengan membentuk Satgas Zero Waste sebagai ujung tombak edukasi dan penanganan di lapangan. Bahkan, NTB telah mengembangkan aplikasi Lestari untuk memantau data sampah secara real-time di seluruh kabupaten/kota.
“Melalui aplikasi ini, kami bisa tahu volume sampah, jam pembuangan, dan tingkat pengelolaan maupun penanganannya,” ungkapnya.
Salah satu inovasi menarik adalah mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebun Kongok menjadi Landfill Hill, sebuah taman edukasi dan objek wisata berbasis lingkungan. “TPA ini kami tata menjadi ruang terbuka hijau. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat kota sambil belajar soal pengelolaan sampah,” jelas Burhan.
Ia menambahkan, Pemprov NTB juga memberi insentif untuk desa yang memenuhi kriteria “desa berdaya bersih sampah”, guna mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Menurut Burhan, keberhasilan pengelolaan sampah harus didukung regulasi yang kuat. “Harus ada komitmen lintas kepala daerah dan dimasukkan dalam RPJP atau melalui Perda khusus,” tegasnya.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif ini, NTB membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal teknis, tetapi juga membangun budaya baru yang berpihak pada lingkungan. BWN-09





























