Denpasar, baliwakenews.com
Sempat terganjal pandemi Covid – 19, akhirnya Gedung Kantor Pusat Koperasi Simpan Pinjam Ema Duta Mandiri (KSP EDM) rampung dibangun. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, I Ketut Meniarta, SSTP., M.Si., Rabu 5 Oktober 2022, meresmikan Penempatan Gedung Kantor Pusat KSP EDM.
I Ketut Meniarta, SSTP., M.Si., mengungkapkan rasa bangga karena koperasi binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali berkembang dan bertumbuh dengan sangat baik seperti KSP EDM. “Saya merasa bangga karena pada kondisi pandemi KSP EDM masih mampu bertumbuh bahkan bisa membangun gedung. Ini dapat menjadi contoh bagi koperasi lain. Bila menjalankan prinsip dan jati diri koperasi, akan memberikan kesejahteraan bagi anggota,” ucap Meniarta.
Lebih lanjut dikatakan ditengah pandemi yang hampir 2 tahun, mengakibatkan sektor pariwisata terhenti dan berdampak besar bagi koperasi. Namun bagi koperasi yang menjalankan prinsip dan jati diri koperasi akan dapat survive dengan melakukan berbagai upaya pendekatan pada anggota yang merupakan pemilik koperasi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan rasionalisasi bunga simpanan, untuk mengurangi beban koperasi. “Makanya saya sangat mengapresiasi kinerja KSP EDM yang mampu bertumbuh ditengah pandemi, bahkan mampu membangun gedung baru, ” tandasnya.
Ketua Pengurus KSP EDM, I Wayan Murja, SE., MM., mengungkapkan rasa syukur karena setelah sempat tersendat, pembantu gedung Kantor Pusat KSP EDM dapat terselesaikan sesuai rencana. “Rencana pembangunan gedung sudah kami mulai akhir tahun 2019, pertengahan 2020 struktur gedung sudah jadi, tapi karena pandemi Covid-19 pembangunan di stop. Pertengahan 2021 pembangunan kami lanjutkan dan pada Maret 2022 lantai 1 sudah rampung, kami laksanakan upacara melaspas alit dulu biar bisa digunakan, ” ucap Wayan Murja, lanjut menerangkan saat ini dilaksanakan upacara ngeresigana, mlaspas sekaligus piodalan.
Gedung Kantor Pusat KSP EDM yang terletak di Jalan Wandira Sakti No. 8 Pemecutan Kaja, Denpasar tersebut dibangun berlantai 3, di atas tanah seluas 3 are. Pembangunan menelan biaya Rp 3 miliar 400 juta, sementara untuk pembelian tanah menghabiskan dana Rp4 miliar 100 juta. Gedung dilengkapi dengan parkir yang memadai karena di perkotaan lahan parkir menjadi persoalan penting.
Wayan Murja berharap dengan adanya kantor baru tersebut akan dapat meningkatkan pelayanan kepada anggota. “Saat ini aset kami mencapai Rp96 miliar, untuk 2023 ini kami menargetkan Rp 100 miliar. Target ini cukup realistik karena kami tengah memperbaiki struktur keuangan pasca pandemi, ” pungkasnya. *BWN-03





























