Tiga Jembatan di Badung Kerap Dijadikan Tempat Bunuh Diri

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com

Di Kabupaten Badung, Bali terdapat beberapa jembatan indah dengan ketinggian puluhan meter. Bahkan Jembatan Bangkung di Desa Belok Sidan, Petang, menyabet jembatan tertinggi di Asia Tenggara. Saking tingginya, sejumlah jembatan kerap dijadikan tempat wisata bagi masyarakat sekitar. Namun siapa sangka dibalik keindahannya, ternyata beberapa jembatan dijadikan lokasi bunuh diri.

Di Kabupaten Badung utara, tercatat ada tiga jembatan yang seakan menjadi tempat “favorit” untuk bunuh diri. Yakni, Jembatan Bangkung, Jembatan Yeh Penet, di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal dan Jembatan Tukad Kongkong di Banjar Sandakan, Desa Sulangai, Kecamatan Petang.

Kasus bunuh diri yang baru-baru ini paling menyita perhatian masyarakat, berlokasi di Jembatan Bangkung. Pada Sabtu 4 Desember 2021, sekitar pukul 06.00, seorang prajurit TNI I Nyoman Trika Daryanta (22), gantung diri melompat dengan menjerat lehernya dengan tali plastik. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di lokasi yang sama. Yalni pada Jumat 27 Juli 2018, seorang gadis bernama Korban Ni Luh Mayani bunuh diri dengan cara meloncat di Jembatan Bangkung.

Masih berkaitan dengan jembatan yang masuk menjadi lokasi bunuh diri, juga berada di Kecamatan Petang. Jembatan tersebut bernama Tukad Kongkong. Jauh berbeda dengan Jembatan Bangkung yang panjang 360 meter dan ketinggian 71 meter serta, Jembatan Tukad Kongkong panjangnya tak lebih dari 5 meter.

Baca Juga:  Singo Edan Masih Mendominasi  

Meski tidak terlalu panjang, Jembatan Tukad Kongkong diyakini warga sekitar cukup angker. Di sekeliling jembatan terdapat pepohonan yang rimbun, serta pelinggih. “Pada tahun 2019 lalu, ada dua warga mencoba akhiri hidup dengan cara melompat dari jembatan. Beruntung nyawa keduanya selamat,” ungkap warga yang tinggal tak jauh dari jembatan.

Dari penuturan warga itu, peristiwa pertama terjadi pada awal Agustus 2019, sekitar pukul 02.00, korban Ni Putu Darmayanti (23) asal Kintamani, Bangli, ditemukan di dasar jembatan dengan kondisi lemas. Kemudian pada Sabtu 19 September 2019, I Ketut Desadia (29) asal Buleleng juga ditemukan selamat tak jauh dari lokasi Ni Putu Darmyanti ditemukan.

Selain jembatan yang ada di Kecamatan Petang. Jembatan Yeh Penet, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal juga kerap dijadikan lokasi bunuh diri. Jembatan Yeh Penet juga tak kalah lidahnya dengan Jembatan Bangkung. Di sekitar jembatan terdapat view tebing serta pepohonan. Dari atas jembatan terlihat jelas ari sungai yang jernih mengalir ke hilir. Selain dikelilingi obyek wisata, seperti Sangeh Monkey Forest, air terjun Pengempu, Taman Mumbul dan lainnya, di sepanjang jembatan juga berjejer tempat makan. Salah satu yang terkenal di Bali sate babi Sangeh.

Siapa sangka, jembatan yang dibangun pada tahun 2013 silam itu menjadi tempat favorit orang bunuh diri. Sejak delapan tahun lalu di jembatan yang menghubungkan Desa Sangeh, Abiansemal, Badung dengan Desa Cau Blayu, Marga, Tabanan itu, sudah empat orang yang bunuh diri dengan cara melompat. Dan semua korban datang ke lokasi mengendarai sepeda motor.

Baca Juga:  Ingin Liburan Ke Bali, Ini 7 Festival Menarik Yang Harus Dilihat  

Data kasus bunuh diri yang dirangkum, kasus pertama terjadi pada Kamis 10 Desember 2015, sekitar pukul 13.30. Korbannya, seorang pelajar SMK di Badung berinisial Ra (20). Remaja asal Abiansemal, Badung itu ditemukan dalam kondisi sekarat di pinggir sungai Yeh Penet atau didasar jembatan. Dan korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan enam hari di rumah sakit. Polisi menduga, Ra nekat melompat dari jembatan karena patah hati usai putus dengan pacarnya. Korban ke lokasi mengendarai motor dan sempat mondar mandir di atas jembatan sebelum melompat.

Tiga tahun kemudian, tepatnya Rabu 5 Desember 2018, turis asal Kanada, Matthew Charles Bloomfleld (60) ditemukan tewas di bawah jembatan. Pria yang tinggal di salah satu penginapan di Jalan Raya Krobokan, Kuta Utara itu, datang ke Jembatan Yeh Penet untuk bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan. Saat Charles bunuh diri tidak ada orang yang melihat, karena diduga terjadi saat tengah malam.

Baca Juga:  Ditengah Panasnya Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, Orang FIFA Datang ke Bali

Korban datang ke jembatan dengan mengendarai sepeda motor sewaan yang tertempel stiker berisi nomor telf dan nama pemilik motor. Tujuannya, agar masyarakat menghubungi pemilik motor jika terjadi sesuatu karena korban diketahui mengalami depresi.

Dan ditahun 2020, tepatnya Rabu 1 April sekitar pukul 01.15, seorang mahasiswi, Ni Putu Puspa Sari (20) mengakhiri hidup dengan cara melompat dari jembatan. Perempuan asal Banjar Ulapan 2, Blahkiuh, Abiansemal itu datang ke lokasi mengedarai sepeda motor Honda Scoopy DK 5159 QA. Sebelum melompat, dia sempat mondar-mandir dengan mengendarai motor.

Sedangkan kasus bunuh diri yang teranyar di Jembatan Yeh Penet terjadi pada Senin 17 Mei 2021. Seorang pelajar SMK Mengwi, Badung, berinisial Made En ditemukan tewas di pinggir Sungai Yeh Penet.

Remaja asal Petang, Badung itu awalnya ditemukan oleh warga sekitar yang curiga melihat lampu sepeda motor korban menyala di atas jembatan, sekira pukul 23.00. Kemudian setelah dicek ternyata ada orang terkapar di bawah jembatan. Diduga korban mengakhiri hidup lantaran ada masalah keluarga. aan bagus

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR