Terseret ke Celah Bebatuan, Misteri Hilangnya Pemuda Asal Denpasar di Air Terjun Nungnung

Iklan Home Page

Petang, baliwakenews.com – Di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, Air Terjun Nungnung menyimpan keindahan sekaligus sesuatu yang lebih tua dari sekadar lanskap, yakni sebuah aura yang sulit dijelaskan.

Tempat itu kerap disebut keramat oleh warga sekitar. Airnya deras, jatuh dari ketinggian 50 meter, mengisi cekungan batuan yang dingin dan licin. Tapi Kamis siang itu, 22 Mei 2025, keindahan Nungnung menjadi latar bagi sesuatu yang jauh lebih sunyi dan menggugah bulu kuduk. Yakni hilangnya seorang pemuda tanpa jejak, seperti ditelan oleh tempat itu sendiri.

Namanya I Made GTPY, 19 tahun. Seorang staf kontrak di Dinas Kominfo Kabupaten Badung. Ia datang bersama dua rekannya untuk mendokumentasikan kawasan air terjun menggunakan drone. Tugas biasa. Rutinitas dokumentasi yang dilakukan banyak pegawai negeri di hari-hari biasa. Tapi hari itu bukan hari biasa.

Baca Juga:  Lestarikan Endek Bali, Kartini Fest 2025 Digelar di Peninsula

Sekitar pukul 11 siang, drone mereka jatuh. Sebuah insiden teknis biasa. Tapi kemudian, langkah mereka membawa mereka turun ke dasar air terjun. Tempat yang, menurut warga setempat, seharusnya tidak dimasuki sembarangan.

“Di sana, kadang suka ada yang ‘numpang lewat’. Harus permisi dulu,” kata seorang warga yang ikut membantu pencarian, enggan disebut namanya.

Tapi tiga pegawai muda itu turun tanpa ritual, tanpa ucapan permisi. Mereka hanya hendak mengambil drone yang jatuh. Hingga Made terpeleset, masuk ke celah batuan yang dialiri arus deras. Sempat terdengar teriakan minta tolong. Tangannya meraih bambu. Warga sempat memberikan tali, yang berhasil ia genggam sebentar. Tapi seperti ada yang menariknya kembali. Seolah tali itu lepas, bukan karena arus, tapi karena ‘diputuskan’.

Baca Juga:  Hingga Akhir Tahun 2022, Dewan Badung Rampungkan Delapan Perda Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

“Waktu kami tarik, talinya malah nyangkut. Terus dia hilang begitu saja,” ujar IPDA Putu Sukarma.

Malam mulai turun. Kabut menggulung dari atas tebing. Tim SAR menyusuri sungai, tapi tubuh Made tak pernah muncul. Padahal arusnya tak sampai seleher. Tak ada pusaran, tak ada pusaka air yang bisa menyembunyikan seseorang secara logis. Namun tubuh itu seolah menghilang, seperti disembunyikan oleh alam itu sendiri.

Beberapa warga menyebut kejadian seperti ini bukan pertama. “Air Terjun Nungnung memang cantik, tapi juga punya penjaga,” kata seorang ibu paruh baya di warung dekat jalur masuk. Konon, tempat itu sering dianggap sebagai jalur perlintasan makhluk halus. Siapa pun yang masuk tanpa izin bisa ‘ditarik’ dalam arti sebenarnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST. Catur Acrama Ke-44 Banjar Delod Sema Kekeran

Kini, hanya suara air yang terus jatuh dan menggaung di antara tebing-tebing. Tim SAR menunda pencarian karena cuaca memburuk dan cahaya menghilang. Tapi bagi sebagian warga, mungkin pencarian manusiawi memang tak akan cukup. Mereka percaya, sebelum tubuh itu kembali, seseorang harus datang dan “meminta kembali” pada yang berhak.

Dan malam di Nungnung pun tetap dingin, menyimpan kisah tentang seorang pemuda yang mungkin bukan sekadar terseret arus tapi dipanggil oleh sesuatu yang tak terlihat. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR