Mangupura, baliwakenews.com – Sabtu dini hari, jalanan Ungasan di Kuta Selatan, Badung, hanya diterangi cahaya lampu jalan yang remang. Udara masih lembap dan tenang, saat seorang perempuan muda berinisial NMJ (21) mengendarai motornya dengan pelan. Ia hendak pulang ke rumah. Barangkali hari itu melelahkan, dan yang ia inginkan hanya sampai rumah dengan selamat.
Tapi di menit ke-01.43 WITA, ketenangan itu runtuh seketika.
Dari arah pinggir jalan, muncul sosok laki-laki tak dikenal. Tanpa suara. Tanpa sapaan. Hanya gerakan tangan yang menyergap cepat, meremas payudara sebelah kanan NMJ, lalu kabur begitu saja. Semua terjadi dalam hitungan detik.
NMJ, yang tak siap dengan serangan tiba-tiba itu, menjerit histeris di tengah jalan. Suaranya pecah di udara dini hari yang sepi. Pelaku melarikan diri dan bersembunyi di sekitar lokasi, meninggalkan korban dalam kondisi panik dan syok berat.
“Saat itu korban sedang berkendara pelan. Pelaku berjalan kaki dari arah pinggir jalan, lalu langsung melakukan aksinya,” kata AKP I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar, saat dikonfirmasi Selasa (1/7).
Kasus ini langsung ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar. Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan korban, yang malam itu juga melaporkan kejadian tak senonoh tersebut.
Pelaku berinisial FB akhirnya berhasil diamankan. Saat ini, ia sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Identitas lengkap dan motif pelaku masih didalami aparat.
Meski pelaku sudah ditangkap, rasa takut tak semudah itu pergi dari tubuh NMJ. Trauma akibat pelecehan bukan luka fisik yang bisa dibalut dan sembuh dalam hitungan hari. Itu luka yang menetap di dalam pikiran, mengintai saat-saat sendirian, dan kadang membuat perempuan takut bahkan untuk pulang ke rumah sendiri.
Kasus ini bukan hanya tentang satu pelaku dan satu korban. Ini potret bagaimana jalan-jalan sepi di Bali, tempat yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan, bisa menyimpan bahaya tersembunyi untuk perempuan.
“Ini tidak sekadar pelecehan biasa. Ini menyasar harga diri perempuan. Polisi harus serius menangani kasus-kasus seperti ini,” ujar seorang aktivis perlindungan perempuan di Denpasar.
NMJ hanyalah satu dari banyak perempuan yang mengalami hal serupa namun memilih diam. Namun ia memilih melapor. Dan keberaniannya membuka jalan bagi keadilan.
Kini, kasus ini masih dalam proses hukum. Sementara NMJ mencoba perlahan menyembuhkan dirinya, satu langkah demi satu. Di jalan yang sama. Dengan keberanian yang lebih besar. BWN-07





























