Speed Boat Mati Mesin di Manta Point, Nyoman Budiana Hilang dan Belum Ditemukan

Iklan Home Page

Klungkung, baliawakenews.com

I Nyoman Budiana (49) hingga kini belum ditemukan setelah dilaporkan hilang di Perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Korban diduga hilang setelah speed boat yang digunakannya mengalami mati mesin pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima Tim SAR, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, speed boat yang berada di kawasan Perairan Manta Point mengalami mati mesin. Setelah kejadian tersebut, keberadaan Nyoman Budiana tidak diketahui.

Laporan mengenai kondisi korban diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 20.20 Wita, atau sekitar satu jam lebih setelah perkiraan waktu kejadian.

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung bergerak melakukan pencarian. Sebanyak empat personel Rescue bersama satu personel Polairud Polda Bali menuju lokasi menggunakan RIB 02 Denpasar.

Baca Juga:  Pasca Muaythai Bupati Cup Klungkung II, Ini Dua Catatan Penting Sebelum ke Pra-PON

Tim bergerak menuju posisi terakhir yang diinformasikan sebagai lokasi kejadian. Namun, saat tiba di lokasi, speed boat yang sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin tersebut sudah tidak terlihat. Keberadaan korban juga belum diketahui.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu (13/9/2026), memasuki hari kedua Operasi SAR. Tim SAR gabungan memperluas pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan udara.

Dari jalur laut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna 229. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 08.30 Wita dengan melibatkan 20 personel.

Baca Juga:  Doktrin Religi, Prodi Sastra Jawa Kuno Unud Gelar Kuliah Umum Bahasa dan Sastra Tutur

KN SAR Arjuna 229 melakukan penyisiran selama kurang lebih empat jam di area pencarian. Namun, hingga pencarian melalui jalur laut berakhir, korban belum ditemukan.

Upaya pencarian kemudian diperkuat dari udara menggunakan helikopter jenis Bell 412 milik SGi Air Bali yang didukung FINNS Search and Rescue. Helikopter lepas landas dari pangkalan di Benoa sekitar pukul 13.30 Wita dengan membawa tujuh orang.

Tiga di antaranya merupakan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, termasuk Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR. Selama sekitar satu jam melakukan penyisiran dari udara, tim juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Proses pencarian menghadapi tantangan kondisi perairan. Ketinggian alun di area pencarian dilaporkan mencapai sekitar empat meter, sehingga menjadi salah satu kendala bagi tim SAR dalam melakukan penyisiran.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Bangun Teba Modern di Klungkung, Gerakkan Warga Kelola Sampah dari Rumah

Hingga Operasi SAR hari kedua berakhir, keberadaan Nyoman Budiana masih belum diketahui. Tim SAR akan kembali melanjutkan pencarian pada Senin (14/9/2026) pagi.

Operasi pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, SGi Air Bali, FINNS Search and Rescue, serta unsur terkait lainnya.

Operasi SAR masih terus dikoordinasikan dan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR