Mangupura, baliwakenews.com
Kasus kecelakaan laut di wilayah pesisir Badung kembali terjadi. Kali ini, dua buruh asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus di Pantai Greenbowl, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (28/6/2029). Hingga Senin (29/6), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan mengerahkan personel, perahu karet, drone thermal, hingga alat pendeteksi bawah air.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan dalam sebulan terakhir pihaknya lebih banyak menangani insiden di kawasan perairan, mulai dari korban terseret arus, perahu terbalik, hingga wisatawan maupun warga yang terjebak di tebing pantai.
“Sebaiknya masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai maupun laut. Dalam sebulan terakhir penanganan kami didominasi kejadian di perairan,” ujarnya.
Peristiwa di Greenbowl bermula ketika lima orang beraktivitas di pantai. Tiga orang berjalan menyusuri pantai untuk mencari kepiting, sedangkan dua lainnya tetap mandi di laut. Tak lama kemudian, kedua korban terlihat terseret arus ke tengah laut. Rekan-rekannya sempat meminta pertolongan, namun gelombang yang semakin besar membuat keduanya hilang dari pandangan.
Korban diketahui bernama Roni Firmansyah (24), warga Dusun Badean Kulon, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, serta Dimas Hilman Hafizudin (21), warga Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Keduanya bekerja sebagai buruh.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan tujuh personel menuju lokasi sejak pukul 06.00 Wita. Tim kemudian bergabung dengan unsur SAR lainnya dan membagi operasi pencarian menjadi SRU laut dan SRU darat.
SRU laut melakukan penyisiran menggunakan satu unit rubber boat, sedangkan SRU darat menyisir garis pantai hingga dua kilometer ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian. Tim juga memanfaatkan drone thermal untuk pemantauan udara dan AquaEye guna mendeteksi objek di bawah permukaan air.
Hingga operasi pencarian ditutup pada Senin sore, kedua korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (30/6) dengan memperluas area pencarian berdasarkan perhitungan arah arus dan pengaruh angin.
Operasi SAR melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Balawista Pantai Pandawa, Banser Tanggap Bencana, keluarga korban, serta masyarakat setempat. BWN-04

































