Mangupura, baliwakenews.com
Himpunan Bartender Indonesia (HBI) menghadirkan terobosan baru di dunia flair bartending melalui Indonesia Flair Tandem 2026, kompetisi perdana yang menguji kekompakan dua bartender dalam satu penampilan. Format lomba ini diklaim masih sangat jarang digelar, bahkan di tingkat internasional.
Ajang yang berlangsung di Golden Tulip Jineng Resort, Minggu (12/7/2026), diikuti enam pasangan bartender yang menampilkan atraksi memukau dengan memadukan kreativitas, teknik, dan sinkronisasi gerakan di atas panggung. Berbeda dengan kompetisi flair pada umumnya yang mengandalkan kemampuan individu, kategori tandem mengharuskan dua bartender tampil serempak dalam satu koreografi tanpa kehilangan ritme, presisi, maupun chemistry.
Ketua HBI, I Gede Adijaya atau De Bean, mengatakan Indonesia Flair Tandem dihadirkan sebagai inovasi untuk memperkaya perkembangan flair bartending di Tanah Air sekaligus memberikan tantangan baru bagi para bartender. “Kita membuat event yang jarang digelar di dunia, karena ini merupakan event yang menggabungkan dua individu flair. Flair sendiri di dunia memang lagi hot, karena setiap tahun, setiap bulan ada turnamen flair di seluruh dunia,” ujarnya.
Menurut De Bean, tingkat kesulitan kompetisi tandem jauh lebih tinggi dibanding kategori individu. Selain harus menguasai teknik memainkan botol dan shaker, setiap pasangan dituntut memiliki komunikasi dan kekompakan agar seluruh rangkaian atraksi terlihat menyatu.
Kompetisi dengan total hadiah Rp15 juta tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan HBI untuk meningkatkan kualitas sekaligus mendorong regenerasi bartender Indonesia agar mampu bersaing di level internasional. Golden Tulip Jineng Resort dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki visi yang sama dalam mendukung kreativitas, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di industri hospitality. “Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir generasi baru yang berbakat, khususnya dalam bidang flair bartender,” kata De Bean.
Wakil II HBI, I Gede Bayu Krisnawan atau Bayu Alexander, menjelaskan konsep tandem dipilih karena menggambarkan kondisi nyata di dunia kerja. Seorang bartender tidak hanya dituntut memiliki kemampuan individu, tetapi juga mampu bekerja sama dengan rekan satu tim untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Dengan melihat saat dia bekerja dan saat mereka di atas panggung kompetisi, apakah mereka bisa kompak atau tidak. Yang membuat semakin mantap adalah ini menjadi satu ciri khas dari flair tandem,” ujarnya didampingi Wakil I HBI, Ni Komang Arlin Widiastuti.
General Manager Golden Tulip Jineng Resort Bali, A. Baramukti, menyambut baik penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, konsep yang mengedepankan kolaborasi dan kreativitas sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan HBI untuk memperkenalkan jajaran pelaksana tugas yang akan memimpin organisasi hingga Februari 2027, yakni I Gede Adijaya sebagai Ketua HBI, Ni Komang Arlin Widiastuti sebagai Wakil I, dan I Gede Bayu Krisnawan sebagai Wakil II. BWN-04

































