Mangupura, baliwakenews.com
Pendekatan kemanusiaan kembali dikedepankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung dalam menangani seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial MF. Setelah sebelumnya membantu mencarikan tempat menginap, petugas akhirnya merujuk MF ke RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar karena diduga mengalami gangguan psikologis dan membutuhkan penanganan medis.
Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta, Wayan Suantara, seizin Kasat Pol PP Badung, mengatakan MF dibawa ke rumah sakit pada Rabu (5/8) sekitar pukul 21.00 Wita. Selain diduga mengalami gangguan psikologis, WNA tersebut juga diketahui telah kehabisan biaya selama berada di Bali.
“Yang bersangkutan kami serahkan ke RS Prof. Ngoerah agar mendapat penanganan lebih lanjut. Saat ini penanganannya sudah berada di pihak rumah sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).
Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, MF sempat menjadi perhatian petugas setelah ditemukan tidur selama tiga hari di sebuah pos keamanan di kawasan Kuta. Saat itu, Satpol PP tidak langsung melakukan penertiban, melainkan membantu mencarikan tempat menginap agar yang bersangkutan memiliki tempat tinggal sementara yang layak.
Kepada petugas, MF mengaku belum menemukan penginapan yang sesuai. Ia juga mengaku sebagai profesor di bidang kedokteran gigi di negara asalnya.
Namun, beberapa hari setelah menempati hotel tersebut, pihak pengelola melaporkan adanya perilaku MF yang dinilai mengganggu kenyamanan tamu. Kamar yang ditempatinya ditemukan dalam kondisi berantakan dan kotor. Selain itu, ia juga dilaporkan sempat buang air kecil di area depan lobi hotel.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Badung mendatangi hotel pada Rabu pagi. Namun saat itu MF sedang berada di luar sehingga belum berhasil ditemui. Setelah dilakukan koordinasi dan pemantauan lanjutan, petugas akhirnya berhasil membawa yang bersangkutan ke RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini menunjukkan bahwa penanganan Satpol PP tidak hanya berorientasi pada penegakan ketertiban umum, tetapi juga mengedepankan aspek kemanusiaan. Mulai dari membantu menyediakan tempat menginap sementara hingga mengoordinasikan rujukan ke rumah sakit ketika kondisi WNA tersebut dinilai memerlukan penanganan medis lebih lanjut.BWN-04

































