Kuta, baliwakenews.com
Sampah kiriman kembali menerjang Pantai Kuta. Untuk menangani sampah yang berdatangan DLHK Badung bahkan dibantu Dinas PUPR. Koordinator Deteksi Evakuasi Dini Sampah Laut (Desalut), I Made Gede Dwipayana memaparkan sampah kiriman masih terus berdatangan hingga saat ini sejak kemunculannya pertengahan Desember lalu. Bahkan volumenya semakin banyak dan tersebar di sepanjang pesisir Pantai Kuta. Belum ada tanda-tanda kapan sampah ini akan berakhir. Karenanya setiap hari pihaknya rutin melakukan bersih-bersih kawasan pantai tersebut.
Seratusan personel plus alat berat dikerahkannya mengevakuasi sampah itu divantu masyarakat dan juga sejumlah LSM. Bantuan juga datang dari Dinas PUPR membackup penanganan sampah kali ini. “Sampah ranting pohon dan batang pohon yang berhasil dikumpulkan sementara waktu dikumpulkan di STO Kuta. Sedangkan sampah plastik langsung dievakuasi ke TPA Suwung,”ungkapnya.
Meski tidak merinci secara pasti, namun, total sampah yang diangkut diperkirakan mencapai puluhan ton. “Sebagian besar sampah itu masih kami kumpulkan di STO yang ada. Nanti kami akan evakuasi secara bertahap ke TPA,” pungkasnya. Terpisah Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba mengungkapkan, pengerahan bantuan dilakukan atas koordinasi dengan pimpinan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Inisiatif ini dilakuian berkaca pada pengalaman sebelumnya dalam penanganan sampah yang cukup banyak. Karenanyan pihaknya menerjunkan personil dan armada bantuan sejak Sabtu (25/12/2021) lalu. “kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama. Dengan bantuan yang diberikan, kami harapkan paling tidak sampai pergantian tahun nanti tidak ada lagi istilah sampah menumpuk di sejumlah titik pantai di Badung,” ujarnya.
Dijelaskan lebih jauh, dalam bantuan tersebut pihaknya mengerahkan 1 unit alat berat, 8 unit truk angkut, serta kurang lebih 50 tenaga kebersihan. “Sementara ini, mereka khusus ditugaskan untuk membantu penanganan sampah kiriman di pesisir Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita),” imbuhnya.
Khusus yang berjenis organik tersebut, diangkut menuju tempat penitipan di wilayah Tuban. Sebagai antisipasi berlanjut, tenaga bantuan tersebut diplot stand by di pantai dari pagi hingga sore. “Mudah-mudahan lagi dua hari sudah tidak ada penumpukan lagi. Besok saya akan cek lagi ke lapangan,” ujarnya. BWN-04
































