PKM Unwar Sulap Nila dan Kelapa Jadi Cuan Warga Bebetin

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Potensi lokal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng mulai disulap menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa melatih warga membuat produk Dim Sum berbahan ikan nila dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbahan kelapa lokal untuk memperkuat kewirausahaan desa.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 14–16 Mei 2026, dengan melibatkan dua kelompok masyarakat, yakni Kelompok Mina Anakan Jepun yang dipimpin Nyoman Gede Darmawan serta Kelompok Olahan Pangan Lokal di bawah koordinasi Komang Sukrini. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 peserta.

Program ini tak sekadar mengajarkan produksi pangan, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan dasar membangun usaha agar produk lokal mampu bersaing di pasar.

Baca Juga:  Pemotor Terjatuh Usai Tasnya Ditarik Orang Tak Dikenal di Kawasan Renon

Ketua pelaksana kegiatan, Ir Ketut Agung Sudewa, M.Si, menegaskan, pengabdian ini dirancang untuk mendorong masyarakat desa mampu menghasilkan produk bernilai tambah dari potensi yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Kami mendorong mitra tidak berhenti pada proses produksi saja, tetapi juga membangun cara kerja yang lebih terstruktur sehingga usaha dapat berkelanjutan,” ujarnya didampingi anggota Tim PKM Unwar, Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP, M.Si., Ir. Luh Suriani, M.Si., dan Ir. Ni Made Darmadi, M.Si.

Salah satu pelatihan yang paling menyita perhatian peserta adalah pembuatan Dim Sum berbahan ikan Nila hasil budidaya kelompok Mina Anakan Jepun.

Peserta mendapatkan pelatihan lengkap mulai dari pengenalan bahan baku, proses pengolahan, teknik pembentukan Dim Sum, hingga tahapan produksi agar menghasilkan kualitas produk yang konsisten dan layak jual.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa buka Lomba Mesanti Lansia Werdha Priyamitra Kuta Utara

Pemanfaatan ikan Nila lokal dinilai menjadi strategi baru untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya perikanan desa yang selama ini masih dijual dalam bentuk mentah.

Selain Dim Sum, warga juga dilatih memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) berbahan kelapa dalam yang berasal dari kebun milik kelompok masyarakat setempat.

Pelatihan menitikberatkan pada teknik produksi yang higienis, ketepatan proses pengolahan, serta standar kualitas agar minyak kelapa murni yang dihasilkan memiliki mutu lebih baik dan siap dipasarkan.

Melalui pendekatan kewirausahaan, peserta juga diberikan pemahaman tentang pengelolaan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga peluang pemasaran produk olahan lokal.

Baca Juga:  Dijambret, Dua Perempuan Asal Spanyol Terjungkal dari Motor

“Program pengabdian ini kami harapkan menjadi pijakan awal pengembangan usaha pangan lokal yang lebih produktif dan berkelanjutan di Desa Bebetin,” ujarnya.

Peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat kualitas produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta mempersiapkan produk agar layak dipasarkan secara lebih luas.

Pihak kelompok masyarakat menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan dan berharap program serupa terus berlanjut untuk memperkuat kapasitas usaha warga desa.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang lahirnya produk unggulan baru dari desa di Kabupaten Buleleng. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR