Blahkiuh, baliwakenews.com
Untuk memudahkan pelayanan ke krama Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Lembaga Perkreditan Desa setempat membuat inovasi baru disaat pandemic Covid-19 ini. LPD Blahkiuh membuat teknologi mobile banking untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi di tengah kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten badung. Hal ini disampaikan pengurus LPD Blahkiuh saat melaksanakan Rapat Tahunan Pertanggung Jawaban Tahun Buku 2020 yang dihadiri oleh Bandesa Adat, Pengurus ,Badan Pengawas, perwakilan masyarakat dari unsur adat dan dinas se Desa Adat Blahkiuh, Minggu (24/1) lalu.
Kepala LPD Desa Adat Blahkiuh, I Ketut Dira, yang dihubungi Senin (1/2) menjelaskan dalam situasi sulit LPD Desa Adat Blahkiuh masih eksis dan mampu bergerak secara stabil di Sektor Lembaga keuangan masyarakat Desa Adat Blahkiuh. “Hingga tahun 2020 LPD Desa Adat Blahkiuh mampu meraih laba sebesar Rp 1, 2 miliar dengan modal murni Rp 8 miliar dan perkembangan asset mencapai Rp 81 miliar, selain itu LPD Desa Adat Blahkiuh satu-satunya LPD yang pertama melakukan Rapat Akhir Tahun,”ujarnya.
Selain akan merancang pembangunan Gedung, LPD Desa Adat Blahkiuh, kata Dira, juga sudah melakukan inovasi digital dengan membuat sistem mobile banking untuk program menabung, kredit dan lainnya. “Dengan adanya mobile banking pengurus, pengawas LPD dengan anggota penabung lebih transparan dan dimudahkan untuk transaksi online,”tegasnya.
Hal senada juga dikatakan, Bendesa Adat Desa Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja menjelaskan, dari modal yang dikelola LPD Desa Adat Blahkiuh akan melakukan rencana pembangunan gedung baru dengan menyisihkan 50% dari modal yang dimiliki LPD Desa Adat Blahkiuh. “Momentum ini sangat bagus semangat harus dibangun dan banyak spirit dari masyarakat agar LPD Desa Adat Blahkiuh kedepannya kita bisa lebih berinovasi dan memiliki wajah baru untuk rencana pembangunan gedung,” jelasnya.
Sementara Anggota Badan Pengawas LPD Blahkiuh, IGN Shaskara mengapresiasi kinerja Pengurus dimana pada situasi perekonomian yang terpuruk, LPD Blahkiuh mampu mencapai laba sebesar Rp 1,2 miliar. “Kami mengapresiasi terhadap langkah LPD dalam memberikan relaksasi terhadap peminjam dengan hanya membayar bunga tanpa terhitung denda administrasi pada situasi Pandemi Covid-19 ini,”ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kepercayaan masyarakat meningkat terindikasi dari bertambahnya penempatan dana berupa deposito dan tabungan. “Kami menyarankan untuk menjaga keseimbangan keuangan dengan penyaluran kredit dengan prinsip kehati hatian. Kami juga menyarankan untuk tetap berorientasi dan membina pada segmen pasar yang masih prospek yaitu kebanyakan mayarakat menengah kebawah yang bergelut di bidang pertanian peternakan,”terangnya.BWN-05































