Denpasar, baliwakenews.com
Program Studi Magister Kenotariatan (MKn), Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPS Unwar) menggelar pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) internasional bersama dengan Fakultade Direitu (Fakultas Hukum) Universidade Da Paz (Universitas Da Paz) di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Sabtu 9 April hingga Minggu 10 April 2022. Kegiatan
Dikonfirmasi di Denpasar, Selasa 12 April 2022, Kaprodi MKn Unwar Dr. I Nyoman Sujana, SH., M.Hum., menjelaskan, kegiatan mengusung tema “Membingkai Bisnis Kepariwisataan melalui Perjanjian Berdasarkan Etikad Baik”. Tema yang diusung sangat relevan dengan situasi kekinian.
Kegiatan juga melibatkan unsur dari Fakultas Hukum Program Sarjana, Magister Ilmu Hukum dan Program Doktor Hukum Unwar dengan menyasar puluhan warga kelompok Petani Garam Segara Lestari, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Sujana, memaparkan Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi industri kepariwisataan di Bali karena 80 persen perekonomiannya bertumpu dari sektor turisme tersebut.
Kondisi tersebut, lanjut Sujana, mengakibatkan kontrak-kontrak antar pelaku industri pariwisata tidak dapat dieksekusi sesuai perjanjian. Hal tersebut tentunya berdampak, kedua belah pihak dirugikan. Namun, pandemi adalah situasi memaksa sehingga diperlukan itikad baik dalam penyelesaian antar-pihak.
“Situasi pandemi juga berdampak pada petani garam. Mereka enam bulan tidak berproduksi karena pesanan minim dan hujan berkepanjangan. Bahkan pernah ada pesanan tapi tidak jadi diambil karena pemesannya juga terdampak pandemi. Nah situasi inilah yang perlu kita tangani dengan etikad baik. Sama-sama menyadari situasi yang sangat memaksa dan mengglobal ini,” ungkap Sujana.
Tema yang diusung diselaraskan dengan Visi MKn Unwar yaitu Menghasilkan Lulusan Magister Kenotariatan yang Bermutu, Berwawasan Ekowisata, dan Berdaya Saing Global Tahun 2034. “Kebetulan, Da Paz sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisata di Dili, Timor Leste, sehingga pengabmas internasional ini sekaligus menjadi momentum studi banding bagi pihak Da Paz, ” katanya.
Didampingi Sekretaris Prodi MKn Dr. Putu Ayu Srisih Wesna, SH., MH., Sujana mengatakan MKn Unwar dalam pengabmas tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang hukum-hukum perjanjian, tapi juga menyerahkan bantuan buku bacaan dan bantuan uang tunai untuk membantu kelompok petani garam. “Kami bantu sekadar saja karena para petani tidak berproduksi lama,” imbuh Sujana.
Ia menambahkan, untuk memantapkan materi, pihaknya mendatangkan Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, SH., MH., yang juga Kaprodi Doktor Hukum Unwar sebagai nara sumber. Sedangkan dari pihak Da Paz, sebagai nara Sumber Dr. Leonito Ribeiro, SH., MH., yang juga Dekan Fakultas Hukum Universidade Da Paz Timor Leste.
Sujana mengungkapkan, MKn Unwar sudah membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru angkatan ke-VII. Bagi calon mahasiswa dapat mengakses informasi lewat website atau datang langsung ke kampus.*BWN-03
































