Mangupura, baliwakenews.com
Aksi pencurian meteran air kembali menghantui warga Kuta Selatan. Sempat mereda, kasus serupa kembali terjadi di Banjar Taman Griya, Jimbaran, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Pelaku menyasar meteran air yang terpasang di area luar banjar. Akibatnya, air mengalir deras dari pipa yang terbuka hingga meluber ke sekitar lokasi. Untuk mencegah pemborosan dan kerusakan lebih lanjut, aliran air terpaksa dihentikan sementara.
Kepala Lingkungan Taman Griya, Ketut Ari Sudarsana, menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, warga yang melintas curiga melihat air mengucur deras dari sisi luar tembok banjar.
“Warga kaget melihat air mengalir deras. Setelah dicek, ternyata meteran air sudah hilang dicuri,” ujarnya.
Menurut Ari, lokasi meteran yang berada di sudut luar banjar diduga menjadi alasan pelaku memilih sasaran tersebut. Selain sepi, area tersebut juga minim penerangan, sehingga memudahkan aksi pencurian dilakukan tanpa diketahui.
“Lokasinya memang di pojok dan agak gelap. Kemungkinan pelaku beraksi saat dini hari ketika situasi sedang sepi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak banjar langsung menutup aliran air. Selain itu, meteran yang hilang rencananya akan dipindahkan ke area dalam banjar agar lebih aman dan mudah diawasi.
“Ke depan, meteran akan dipindahkan ke dalam areal banjar supaya tidak mudah dijangkau pelaku,” tambahnya.
Petugas Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung juga telah melakukan pengecekan di lokasi. Pihak banjar diminta segera membuat laporan resmi sebagai syarat penggantian meteran yang hilang.
“Tadi petugas sudah datang. Saya diminta membuat laporan resmi, besok akan saya urus,” jelas Ari.
Ia berharap aparat segera mengungkap pelaku, mengingat kasus pencurian meteran air belakangan kembali marak di sejumlah wilayah Kuta Selatan. BWN-04


































