Mangupura, baliwakenews.com
Puluhan anggota Lifeguard Kuta-Kuta Selatan (Kutsel) unjuk kemampuan dalam simulasi penyelamatan korban tenggelam di Pantai Kuta. Dengan menaklukkan ombak dan bermanuver menggunakan jet ski, mereka bergerak cepat menjangkau “korban” yang digambarkan terseret arus di tengah gelombang.
Aksi ini merupakan bagian dari Pelatihan Operasional Jet Ski untuk Penyelamatan Korban Tenggelam sesi ketiga yang diselenggarakan UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta dan Kutsel. Kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Badung, Ni Kadek Ari Armaeni, yang hadir langsung memantau jalannya pelatihan.
Setelah sesi di Pantai Kuta, pelatihan akan berlanjut di Pantai Uluwatu pada Senin (4/5/2026). Lokasi ini dipilih karena memiliki karakter ombak yang lebih menantang, dengan materi penyelamatan menggunakan rubber boat di kawasan tebing Uluwatu yang curam serta perairan berombak tinggi.
Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kecamatan Kuta, Wayan Somer, menjelaskan bahwa pelatihan sesi ketiga ini merupakan kelanjutan dari dua sesi sebelumnya. Pada sesi pertama, peserta dibekali pemahaman dasar pengoperasian jet ski. Sesi kedua difokuskan pada latihan ketangkasan, kecepatan, dan akurasi melalui simulasi menangkap bola-bola kecil saat melaju di atas air.
“Pada sesi ketiga ini, simulasi menggunakan orang yang diperankan oleh anggota sebagai korban. Korban digambarkan terseret arus dan meminta pertolongan dengan melambaikan tangan. Anggota yang menggunakan jet ski harus bergerak cepat melakukan teknik penyelamatan,” jelas Somer.
Menurutnya, rangkaian tiga sesi tersebut dirancang agar anggota tidak hanya memahami standar operasional prosedur (SOP) secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara optimal di lapangan.
Somer juga menekankan pentingnya aspek keselamatan, terutama penggunaan stop kontak atau kunci pengaman yang wajib terikat di tangan kanan pengemudi. Dengan demikian, mesin jet ski akan otomatis mati apabila pengemudi terjatuh atau kendaraan terlepas akibat terjangan ombak.
“Pemahaman SOP penyelamatan ini sangat penting agar setiap misi penyelamatan dapat dilakukan secara efektif, aman, dan profesional,” tegasnya.
Dari hasil evaluasi selama tiga sesi, kemampuan anggota dinilai mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pelatihan kini telah melampaui level dasar dan mulai mengarah pada standar profesional. Ilmu yang diperoleh nantinya diharapkan dapat ditularkan kepada anggota lainnya.
Ia juga berharap sinergi antara Lifeguard Kuta dan Kuta Selatan terus terjaga demi mewujudkan lifeguard Badung yang berkualitas, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik dalam penyelamatan di laut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Badung, Ni Kadek Ari Armaeni, memberikan apresiasi atas inisiatif UPTD Lifeguard Kuta dan Kutsel. Menurutnya, pelatihan ini sangat strategis dalam menjaga keselamatan wisatawan di kawasan pantai Badung, khususnya di Kuta yang menjadi ikon pariwisata Bali.
“Wisatawan tentu mengharapkan rasa aman dan nyaman saat berwisata. Kehadiran lifeguard yang kompeten dan berkualitas akan semakin meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk datang ke Bali, khususnya ke pantai-pantai di Badung,” ujarnya.
Ari berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun guna terus mengasah kemampuan para lifeguard.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta UPTD Kuta dan Kutsel menyusun kajian terkait berbagai kebutuhan penunjang operasional penyelamatan di pantai. Hasil kajian tersebut nantinya akan disampaikan kepada pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.
“Tentu setiap aspirasi memerlukan proses. Karena itu, saya berharap dilakukan kajian yang matang sehingga kebutuhan yang ada dapat kami teruskan kepada pimpinan,” tandasnya. BWN-04


































