Denpasar, baliwakenews.com-Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam pelukan mimpi, seorang pria berinisial Ro (40) malah memilih untuk menyelinap masuk ke sebuah rumah kos di kawasan Sesetan. Bukan untuk mencuri motor, bukan pula untuk membobol brankas. Targetnya sederhana, yakni dua celana dalam dan dua bra yang sedang dijemur.
Ro, yang belakangan diketahui adalah seorang residivis dalam urusan pakaian dalam, kembali menunjukkan bahwa cinta lama memang sulit dilupakan. Aksi nekatnya pada Rabu dini hari, 28 Mei 2025, nyaris mulus kalau saja warga tak curiga melihat pria asing berkeliaran di sekitar Jalan Palapa XI Gang Kasanemo No. 1A pukul 04.00 pagi.
“Pelaku diamankan tidak jauh dari lokasi oleh warga sekitar. Dia mengaku sendiri, memang ambil pakaian dalam itu,” ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya, Jumat (30/5).
Korban, SN (53), penghuni kos yang pakaiannya menjadi korban, kehilangan empat helai pakaian dalam kesayangannya. Total kerugian diperkirakan hanya sekitar Rp200 ribu, tapi trauma dan rasa jengah tentu lebih dari itu.
Yang membuat kasus ini menarik dan agak tragis adalah motif pelaku. Menurut sumber kepolisian, Ro tak mencuri untuk dijual atau dijadikan bahan koleksi vintage di e-commerce. Ia mencuri demi hasrat. “Kalau pakaian dalam mana bisa dijual mahal. Ini soal hasrat seksual,” ucap petugas tadi, sembari geleng-geleng.
Namun, Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga memberikan versi yang sedikit lebih “sosial”. Ia menyebut pelaku mencuri demi menyambung hidup. “Modusnya sederhana, dia manfaatkan kelengahan penghuni, lalu ambil pakaian yang sedang dijemur di luar kamar,” ujarnya. Sungguh, kejahatan memang tak selalu rumit.
Warga sekitar, terutama para penghuni kos, kini merasa was-was. Bukan takut kehilangan motor, tapi takut jemuran mereka tiba-tiba hilang aroma pewanginya.
Polisi telah membawa pelaku dan barang bukti ke Mapolsek Denpasar Selatan. Kasusnya masih dikembangkan. Bukan tak mungkin, Ro pernah juga “beraksi” di lokasi-lokasi lain, menyisakan jejak berupa jemuran kosong dan penghuni yang curiga.
“Kasus seperti ini tetap kami tangani serius. Ini bukan cuma soal celana dalam, tapi soal ketertiban umum dan rasa aman masyarakat,” kata Kapolsek AKP Agus dengan nada tegas. BWN-01





























