Kasus Bullying Anak Mulai Terungkap, Buleleng Turunkan Tim BESTIE ke Sekolah dan Siapkan Aplikasi Pelaporan

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat perlindungan anak di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak. Bahkan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng mengungkap telah menerima sejumlah laporan kasus bullying yang kini ditangani secara intensif.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menegaskan perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:  Hutan Dibalas Amarah Alam! Ngelawang “Wewaler” Duta Buleleng Guncang PKB 2026 dengan Pesan Menyentuh

Menurut Kariaman, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mendeteksi persoalan yang dihadapi anak-anak sejak dini sehingga dapat segera dilakukan pendampingan.

“Kami akan terus berkomunikasi untuk menyerap berbagai permasalahan anak di Kabupaten Buleleng sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Harapannya, persoalan hukum maupun berbagai masalah yang berdampak pada tumbuh kembang anak dapat semakin berkurang,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Buleleng mengoptimalkan Tim BESTIE, yang secara rutin turun ke sekolah-sekolah memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, kekerasan terhadap anak, hingga cara melapor apabila menjadi korban maupun saksi.

Pendekatan teman sebaya yang diterapkan Tim BESTIE dinilai lebih efektif karena membuat anak-anak lebih berani menyampaikan persoalan yang mereka alami.

Baca Juga:  Gunung Merapi Erupsi Keluarkan Kolom Enam Ribu Meter

“Melalui Tim BESTIE, kami memberikan edukasi kepada anak-anak di sekolah. Pendekatan teman sebaya lebih efektif karena anak-anak lebih mudah terbuka ketika memahami bagaimana menghadapi bullying maupun persoalan lainnya,” jelas Kariaman.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa laporan kasus bullying telah diterima dan seluruhnya ditangani dengan mengedepankan kerahasiaan identitas anak serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

“Sudah ada beberapa laporan kasus bullying yang kami dampingi. Namun kasus tersebut tidak kami publikasikan karena kerahasiaan identitas anak merupakan prioritas. Tim BESTIE melakukan pendampingan sejak awal serta memilah setiap kasus, mana yang dapat diselesaikan melalui pembinaan dan mana yang memerlukan pendampingan secara khusus,” tegasnya.

Baca Juga:  Usai Nonton Adu Jangkrik, Siswi SMP Disetubuhi Pria Beristri

Tak hanya membentuk tim pendamping, Pemkab Buleleng juga meluncurkan Aplikasi BESTIE sebagai inovasi layanan perlindungan perempuan dan anak. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus melaporkan dugaan kasus kekerasan atau perundungan secara lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terintegrasi.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Hari Anak Nasional 2026 di Buleleng menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju masa depan yang lebih baik. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR