Singaraja, baliwakenews.com
Motif penganiayaan berujung pembunuhan yang dilakukan Suin (39) terhadap istri sirinya Sri Indrawati (42), lantaran kesal dan cemburu. Sri Indrawati membela pria lain saat pelaku dan teman-temannya pesta arak di warung pojok milik korban di di Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Buleleng, Suin akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, tersangka mengaku kesal dan cemburu lantaran istrinya membela temannya yakni Nyoman Adi Wirawan saat dia cekcok mulut saat minum di warung. “Saya emosi. Karena dia (korban) malah membela orang lain,” katanya, Kamis 25 November 2021.
Saat terjadi pertengkaran mulut tersebut korban tidak mendukung dan membela Suin. Malahan membela saksi Nyoman Adi Wirawan yang diajak minum. “Pelaku kemudian menampar pipi korban karena kesal,” ucap Andrian, mengutip pengakuan pelaku.
Tidak lama kemudian acara pesta arak itu bubar. Pelaku masuk ke dalam kamar, saat di kamar pelaku kembali mengungkit masalah korban membela pria lain. “Pelaku lantas memukul korban dengan botol handbody dan tangan kosong secara brutal. Penyebab kematian masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng,” tegasnya.
Sebelumnya, kembali berulang kasus penganiayaan berujung pembunuhan akibat mabuk minuman keras (miras) di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini seorang suami, Suin (39) menganiaya istri sirinya usai pesta arak, Senin 22 November 2021 malam.
Akibat penganiayaan brutal yang dilakukan Suin, istrinya bernama Sri Indrawati (41) tewas dengan luka-luka di tubuhnya. “Ironisnya, pelaku yang mabuk tidur di samping jenazah istrinya. Dan paginya, pelaku baru menyadari jika sang istri sudah terbujur kaku,” kata sumber polisi, Selasa 23 November 2021.
Dilanjutkan sumber petugas, sebelum kejadian, pelaku dan tiga temannya menenggak arak di Warung Pojok di Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. “Usai pesta arak, pelaku pulang ke rumahnya di kawasan Celukan Bawang, Gerogak, Buleleng, sekitar pukul 23.50 Wita,” imbuhnya.
Setibanya di rumah, korban menegur pelaku agar tidak terlalu sering pesta miras. Rupanya pelaku yang mabuk, lantas memukul kepala korban berulang-ulang. Korban kemudian tewas. Selanjutnya pelaku tidur di samping jenazah istrinya. “Pelaku bangun tidur esok subuh sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku baru sadar jika istrinya telah tewas. Kemudian pelaku melapor ke kantor polisi,” tegas sumber petugas. BWN-03





























