MM Unmas Bantu IKM, Serahkan “Company Profile” Pada Bunda Putri

Dekan FEB Unmas, Dr. Putu Kepra Mareni, SE. MM., didampingi Kaprodi MM UnmasDenpasar, Dr. I Gusti  Agung  Eka  Teja  Kusuma, SE., MM.,

Denpasar, baliwakenews.com


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ Mahasaraswati, Dr. Putu Kepra Mareni, SE. MM., didampingi Kaprodi Magister Manajemen Universitas Maha Saraswati Denpasar, Dr. I Gusti  Agung  Eka  Teja  Kusuma, SE., MM., menyerahkan “company profile” para IKM yang telah dibuat kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Bunda Putri Suastini Koster, Senin 3 Mei 2021 malam di Ardha Candra Art Center Denpasar saat HUT Balimall. id. “Company profile” tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membantu memasarkan produk IKM secara online.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ Mahasaraswati, Dr. Putu Kepra Mareni, SE. MM., mengatakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Maha Saraswati khususnya Program Magister Manajemen membantu dalam membuatkan “company profile” para IKM yang ikut pameran Bali Bangkit tahun 2000. Hal tersebut dikatakan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang dilakukan.

“Ketika ada pameran Bali Bangkit yang memfasilitasi IKM di Bali, kami merasa terpanggil dan mencoba terlibat untuk membantu IKM. Kami bantu dengan membuat “company profil”, sebagai tahap awal saja karena ke depan akan ada program yang kami rancang sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang tujuannya membantu IKM – IKM yang ada di Bali, ” ucap Mareni.


Dikatakan dari “company profile” tersebut tidak hanya dibuat dalam bentuk “paper” saja, namun dibuatkan juga dalam bentuk digital, untuk membantu IKM dalam promosi agar bisa lebih cepat. Karena dalam kondisi pandemi Covid-19 ini promosi secara digital yang lebih efektif dilakukan.

“Kami bantu untuk promosi secara online, karena kondisi sekarang sulit untuk bertatap muka secara langsung. Dengan iklan dan promosi secara online harapannya akan ada “customer” yang datang, ” katanya.

Proses pembuatan “company profile” dari 48 IKM dikatakan memakan waktu tidak lebih dari satu bulan. Karena tidak ada kendala yang dihadapi. Dalam mengumpulkan informasi terkait produk yang dijual, kualitas, sejarah, dan dimana lokasi tidak ada kendala karena semua IKM mau bekerja sama.

“Ke depan kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para IKM apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan. Kalau ada hal- hal yang kami rasa dapat membantu para IKM, akan kami lakukan karena kami ingin berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian Bali, ” tandasnya.

 

Kaprodi Magister Manajemen Universitas Maha Saraswati Denpasar, Dr. I Gusti Agung Eka Teja Kusuma, SE., MM., mengatakan pembuatan “company profile” sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dari Prodi Magister Manajemen Program Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmas. Karena Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian, penelitian dan pembelajaran harus ada. “Saya selaku kaprodi mengarahkan mahasiswa melakukan pengabdian agar membantu IKM kita di Bali. Kita bantu dengan marketing digital, dengan instrumen bagaimana cara mempromosikan produk mereka karena sekarang konsumen jarang datang, jadi mereka harus mempromosikan produknya secara online,” ucapnya.


Dalam konteks marketing digital ini, kata Agung Teja, para mahasiswa dapat menerapkan ilmunya untuk membantu IKM agar bisa tetap eksis di era “new normal”.

Dikatakan saat ini ada orientasi perubahan dimana konsumen itu tidak lagi dengan kontak tinggi namun cenderung ke kontak rendah, tidak langsung berhubungan dengan penjual. Konsumen cenderung suka membeli barang dengan jarak jauh, makanya dengan membuat”company profile” yang bisa di unggah dan dikirim melalui berbagai media sosial akan membantu dari segi pemasaran.

“Company profile” Ini juga di unggah di web Balimall. id, dari sana konsumen dapat melihat produk UMKM dan memesan produk dari sana. ” Ini tujuan sangat mulia sekali sehingga kami bersinergi dengan semua pihak, seperti yang diharapkan Presiden Jokowi. Kami dari akademisi bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Bali, Bali Yoni, Disperindag Bali, Bank BPD BaliBali dalam memajukan IKM agar bisa bertahan di situasi pandemi Covid-19 ini, ” katanya.


Dengan online ini tidak perlu ada pertemuan antara penjual dan pembeli, sehingga protokol kesehatan tetap jalan. Orang melihat produk dari foto kemudian mereka membeli.

“Kami juga lakukan pendampingan kepada para IKM, karena persoalan yang dihadapi mereka adalah pemasaran dan modal. Kemudian setelah BPD Bali masuk untuk bantu permodalan dan balimall. id bantu pemasaran ternyata tidak bisa jalan juga, ternyata persoalan yang muncul adalah SDM mereka belum siap dengan IT di era digital ini. Oleh karena itu kami dari akademisi bertanggung jawab memberikan edukasi kepada UMKM sehingga dari segi SDM mereka siap, ” pungkasnya.*BWN-03

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: